Tiga Kasus Pembacokan di Polsek Medan Area Mengendap

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Medan, Jelasberita.com | Tiga kasus pembacokan di Medan Area masih mengendap. Ketiga kasus itu  adalah pembacokan yang dialami Herianto (32) warga Jalan Jermal 14 No.3A, Kelurahan Denai, Medan Denai. Tangannya buntung akibat ditebas orang suruhan De(40) pada  kamis (28/5) silam.







Herianto menerangkan korban ditebas karena membela Inggit alias Jo (33), sepupunya, yang hendak dibawa pergi oleh komplotan De. Diketahui, Jo terlilit utang Rp 5 juta kepada De. Utang hasil penjualan sabu-sabu. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Medan Area namun hingga kini belum ada perkembangan.

Kasus kedua, tewasnya Asril (35)ketua ranting OKP Pasar Ramai, Jalan Asia Baru, dekat Thamrin Plaza, Medan Area, yang dibacok di beberapa bagian tubuhnya. Polisi menemukan korban tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka tusukan yakni dua tusukan di dada, satu di leher sebelah kiri, dan satu di kanan, satu di perut dan satu di punggung dan bahu kiri.

Diduga pelakunya DAT (24) alias Kio. Pembunuhan disebut-sebut dipicu sakit hati
atas pembagian hasil ketika pelaku dan korban sama-sama menjabat sebagai pengurus organisasi.

Teranyar, kasus pembacokan yang dialami Chairuddin (28) buruh bangunan, warga Jalan Jermal 15, Kecamatan Medan Denai pada Kamis (30/7) silam. Korban dipukuli tiga pria bersaudara dengan inisial Ga (18), Ge (25) dan Gi (25), warga Jalan Jermal 15, Gang Keluarga, Kecamatan Medan Denai. Pelaku secara keroyokan memukuli korban. Bahkan lengan korban dibacok dengan menggunakan kelewang.




Menurut keterangan Yusuf (35), abang kandung korban, dua jari tangan korban sebelah kiri (kelingking dan jari manis) tak bisa lagi digerakkan akibat luka bacokan di telapak tangan. Telapak itu kena bacok lantaran korban berusaha menangkis serangan pelaku yang mencoba mengayunkan parang ke arah kepala korban.

“Awalnya adik saya bertengkar dengan Ga lantaran Ga hendak memeras korban dengan meminta uang Rp 300 ribu. Adik saya tidak mau. Mereka lalu bertengkar. Namun karena kalah tenaga, Ga mengadu ke abangnya Ge dan Gi. Ge dan Gi yang memukul serta membacok korban. Tapi sampai sekarang polisi tak juga menangkap pelaku. Padahal pelaku masih berkeliaran,” ujar Yusuf.

Yusuf menambahkan, adiknya hanya tiga hari dirawat di Rumah Sakit Haji lantaran tak punya uang untuk membiayai rawat inap. Tetapi korban masih saja berobat jalan. Keluarga korban berharap polisi mau bertindak menangkap pelaku. “Kasus ini sudah mengendap. Kenapa tidak juga pelaku ditangkap?” kesal Yusuf.

Menanggapi ketiga informasi di atas, Pjs Kanit Reserse dan Kriminal Polsek Medan Area Iptu Sehat Tarigan, ketika dikonfirmasi via telepon seluler, masih enggan berkomentar. “Ntar ya, saya masih di Polres ada kegiatan,” balanya via pesan singkat (sms). Sebelumnya, Sehat juga mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk meringkus Kio pelaku pembunuhan terhadap Asril. Namun hingga hari ini belum juga ada perkembangan. (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.