Cara Bertransaksi Reksa Dana

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




 Sebelum membeli produk reksa dana, seorang investor harus sudah memastikan tujuan keuangan yang mau dicapai. Apakah untuk tujuan biaya pendidikan dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan, untuk membeli rumah dalam tempo 3-5 tahun ke depan, atau untuk  mengamankan dana cash yang akan dipergunakan 1-2 tahun yang akan datang. Tujuan-tujuan itu ikut menentukan cara berinvestasi reksa dana yang ideal.

Prosedur awal berinvestasi melalui produk reksa dana tidak jauh berbeda dengan membuka rekening bank. Seorang calon investor bisa mendatangi bank yang menjadi agen penjual reksa dana, atau perusahaan manajer investasi (MI) untuk membuka rekening reksa dana. Untuk menjamin keabsahan sebagai investor reksa dana, tidak boleh lupa membawa serta identitas resmi, terutama KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Sedangkan untuk investor institusi diwajibkan menyertakan anggaran dasar perusahaan selain NPWP.




Dengan dokumen resmi di tangan, investor yang mendatangi agen penjual harus melewati beberapa langkah sederhana namun penting. Pertama, mengisi Formulir Pembukaan Rekening untuk pembelian awal serta kuesioner yang berguna bagi MI untuk menganalisa profil risiko investor. Pengisian formulir harus di depan penjual reksa dana yang memiliki izin WAPERD (Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana).

Kedua, mendengarkan saran agen penjual reksa dana berdasarkan hasil analisis atas profil risiko. Pada tahap ini investor disarankan menggali informasi seoptimal mungkin. Beberapa informasi yang penting untuk ditanyakan biasanya seputar isi prospektus reksa dana, karakteristik produk reksa dana yang ditawarkan, sampai komposisi investasi dari reksa dana bersangkutan.

Ketiga, menyerahkan bukti setoran pada rekening resmi untuk produk reksa dana yang dibeli. Investor juga bisa menandatangani surat kuasa pendebetan untuk installment atau pembelian rutin per bulan melalui pendebetan dari rekening pribadi investor. Jika telah memenuhi tahapan ini, investor akan mendapatkan surat konfirmasi dari Bank Kustodian maksimal dalam tujuh hari kerja ke depan. Surat konfirmasi biasanya memuat informasi seputar jumlah unit penyertaan yang diperoleh pada pembelian awal.

Jumlah unit yang didapatkan investor pada pembelian awal mengacu pada nilai NAB (Nilai Aktiva Bersih) per unit pada saat transaksi resmi terjadi. Posisi NAB menggambarkan nilai  kekayaan reksa dana saat perhitungan dibuat. Sedangkan Unit Penyertaan (UP) menunjukkan posisi kepemilikan investor atas satu produk reksa dana tersebut.




Pada transaksi reksa dana, baik pembelian maupun penjualan kembali, dikenal cut off time atau batasan waktu transaksi yang ditetapkan pukul 12.00-13.00 WIB pada setiap hari bursa. Jika investor membeli  reksa dana sebelum cut off time, maka investor mendapatkan  harga NAB pada tanggal transaksi dilakukan. Sebaliknya, bila pembelian terjadi setelah batasan cut off time, maka nilai pembelian mengacu pada harga NAB hari berikutnya. Biasanya cut off time ini dijelaskan dalam prospektus reksa dana.

 Setelah pembelian awal, investor berkesempatan meningkatkan nilai investasinya. Termasuk bagi investor yang telah menyepakati pembelian secara rutin bulanan, dengan cara pendebetan dari rekening bank. Transaksi lanjutan seperti ini akan disebut top up. Meski merupakan transaksi lanjutan, investor harus tetap menempuh beberapa tahapan bersifat wajib, yaitu, mengisi formulir top up reksa dana untuk produk yang telah dibeli sebelumnya. Top up sangat disarankan untuk mengoptimalkan hasil investasi. Top up terbuka untuk investor yang membeli secara rutin bulanan misalnya, maupun investor yang tidak rutin melakukan pembelian.

Pada transaksi top up, investor akan diminta  melampirkan bukti setoran ke rekening atas nama reksa dana. Karena bukan pembelian awal, tidak ada kewajiban tatap muka dengan agen penjual, dengan demikian investor bisa menyampaikan aplikasi melalui faksimili, mengirim melalui pos, atau melalui email. Setelah konfirmasi top up diterima, investor akan mendapatkan surat konfirmasi tentang jumlah unit yang didapatkan, mengacu pada nilai pembelian dan posisi NAB saat transaksi terjadi. (Tim BEI)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.