Peradaban Bangsa Ditentukan Di Kelas

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





nimed. Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd mengatakan, proses pembelajaran di kelas menemukan peradaban sebuah bangsa. USAID PRIORITAS membantu 15 daerah di Sumut untuk mengimplementasikan PKB.
Unimed. Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd mengatakan, proses pembelajaran di kelas menemukan peradaban sebuah bangsa. USAID PRIORITAS membantu 15 daerah di Sumut untuk mengimplementasikan PKB.

Medan, Jelasberita.com | Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi mengatakan guru perlu dilatih agar kualitasnya meningkat. Guru tidak cukup hanya membaca buku-buku tentang teori pembelajaran. Guru perlu dilatih dan dilakukan terus menerus. “Guru harus terus mengalami peningkatan yang berkelanjutan atau continues improvement, inilah yang kita sebut sebagai Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan atau disingkat PKB,” tuturnya saat membuka Rapat Reviu & Persiapan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang difaslitasi USAID PRIORITAS di Grand Swiss Bell Hotel, Medan, Rabu (12/8).

Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd menguatkan bahwa kemampuan guru mengelola pembelajaran di kelas merupakan penentu peningkatan peradaban bangsa. Semakin baik pembelajaran, maka kemajuan bangsa akan ikut membaik. “Jika saat ini kita prihatin dengan kondisi bangsa, itu karena proses pembelajaran di kelas kita tidak begitu baik,” tuturnya.




Syawal lebih lanjut mengatakan, perbaikan mutu guru harus menjadi fokus penting jika ingin memperbaiki proses pembelajaran di kelas. Kemampuan guru harus ditingkatkan agar mampu mendesain pembelajaran yang kreatif, menangtang siswa untuk berpikir ilmiah dan mampu mengembangkan potensi diri siswa. “Di PKB inilah tempat guru-guru kita itu akan dilatih,” tambah mantan Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Peningkatan Mutu Pendidikan (BPSDMPMP) Kemendikbud itu.

Sedangkan Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumut Agus Marwan mengatakan pihaknya akan memperkuat kemampuan Pemda mengimplementasikan PKB. Pemda diharapkan mampu melakukan pemetaan kebutuhan pelatihan, agar PKB bisa dilaksanakan tepat sasaran dan efesien. “Kami sudah meracang pendekatan teknis yang mampu membantu Pemda, baik itu untuk melakukan pemetaan mutu guru, menganalisis jenis pelatihan yang dibutuhkan guru, menilai jumlah biaya yang dibutuhkan dan mengidentifikasi sumber keuangan daerah yang bisa digunakan,” terang Agus Marwan lebih lanjut.

Wakil Konsul Amerika Serikat (AS) untuk Pulau Sumatra Tamra Greig mengatakan Program USAID PRIORITAS ditujukan membantu pemerintah Indonesian menyediakan layanan pendidikan yang bermutu. Lebih dari 10.627 tenaga pendidik telah mendapatkan serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas yang difasilitasi USAID PRIORITAS di Sumut. Kegiatan-kegiatan ini telah memampukan tenaga pendidik untuk menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas.“ Keberhasilan dari kemitraan ini telah mendorong pemerintah daerah secara mandiri mengalokasikan lebih dari Rp. 11 milyar yang digunakan untuk melatih lebih banyak tenaga pendidik dan menjangkau lebih banyak sekolah di Sumatera Utara,” tukas Tamra Greig.

Program USAID Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (USAID PRIORITAS) adalah program lima tahun yang didanai oleh United States Agency for International Development (USAID). Program ini didesain untuk membawa pendidikan kelas dunia kepada banyak siswa di Indonesia.




Di Sumut USAID PRIORITAS bekerja di 15 kabupaten/kota (Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga dan Nias Selatan) dan 2 Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yaitu Universitas Negeri Medan dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara. Sampai saat ini program USAID PRIROITAS telah memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 290 ribu siswa di 1.975 SD, SMP dan Madrasah (Dewa)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.