IHSG Tertekan Akibat Penantian Pasar atas Program Kerja Menteri

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Medan, Jelasberita.com | Bursa Asia, Kamis (13/8), diperkirakan akan bergerak mixed dimana investor akan melihat kembali pergerakan Yuan pada hari ini. Investor juga akan menanti dampak devaluasi yuan terhadap kebijakan yang akan diambil negara atau bank sentral lain. IHSG kemarin melemah 143,10 poin (3,10%) ke level 4.479,49. Pengumuman reshuffle kabinet tidak mendapat respon positif dari pasar.

Tampaknya pasar juga masih menunggu program  kerja dari Menteri baru.  Indeks tampak masih akan tertekan, ungkap Tim Riset Panin. Disisi lain anjloknya pasar selama dua hari terakhir juga membuka kesempatan untuk terjadinya bargain hunting terhadap saham bluechip yang sudah oversold. Kisaran support-resistance 4.400-4.520. BOW : GGRM,TLKM,BBCA,ADRO,SMGR.




Wall Street ditutup menguat menyusul menguatnya saham sektor energy. Kenaikan ini didorong oleh reboundnya harga minyak mentah sebesar +0,5% ke level $43,40/barel. Fokus investor kemarin masih mengarah pada devaluasi mata uang Yuan yang dilakukan oleh Bank sentral Tiongkok (PBOC). Kemarin untuk hari ke 2, PBOC menurunkan Yuan sebesar -1,6%.

PBoC meningkatkan sistem pembentukan nilai tukar mulai 11 Agustus 2015 menjadi lebih mencerminkan pengembangan pasar dalam nilai tukar yuan terhadap USD. Yuan diperbolehkan naik atau turun sebesar 2% dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan. Tingkat paritas tengah yuan terhadap USD didasarkan pada rata-rata tertimbang dari harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar dan mengacu pada tingkat penutupan antar bank pasar valuta asing pada hari sebelumnya, penawaran dan permintaan serta pergerakan harga mata uang utama sebelum pembukaan pasar antar bank setiap hari kerja. DJIA flat 0,00%, S&P500 +0,10%, Nasdaq +0,15%. Bursa Eropa juga ditutup melemah pada perdagangan kemarin, yang dipengaruhi oleh aksi jual yang terjadi di Asia. FTSE -1,40%, DAX -3,27%,CAC40 -3,40%.

Kemarin, Wall Street ditutup anjlok signifikan menyusul langkah tak terduga dari Bank sentral Tiongkok (PBOC) yang melakukan devaluasi mata uang Yuan. Devaluasi Yuan menimbulkan persepsi di pasar bahwa ekonomi Tiongkok tengah memburuk. Langkah ini diambil oleh Tiongkok, setelah sebelumnya data ekspor bulanan negara tersebut menujukkan penurunan -8%.

Bursa US turun : DJIA -1,21%, S&P500 -0,96%, Nasdaaq -1,27%. Aksi jual juga melanda bursa Eropa dimana FTSE -1,06%, DAX -2,68%, dan CAC40  -1,86%. Harga crude oil anjlok ke level terendah dalam 6 tahun terakhir. Devaluasi yang dimbil PBOC menimbulkan kekhawatiran akan demand minyak mentah. Selain itu, OPEC juga memproyeksikan akan menaikkan supply minyak sebesar 90.000 barel per hari. Crude oil -4,18% ke level $43,08/barel. (ti)




Leave a Reply

Your email address will not be published.