Buku Berjenjang Bagi Siswa Kelas Awal

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Buku. Staff USAID PRIORITAS menunjukkan buku-buku bacaan berjenjang yang akan dihibahkan ke ribuan sekolah di Sumut. USAID PRIORITAS mengembangkan buku bacaan berjenjang untuk meningkatkan kemampuan baca siswa.
Buku. Staff USAID PRIORITAS menunjukkan buku-buku bacaan berjenjang yang akan dihibahkan ke ribuan sekolah di Sumut. USAID PRIORITAS mengembangkan buku bacaan berjenjang untuk meningkatkan kemampuan baca siswa.

Medan, Jelasberita.com | USAID PRIORITAS mendukung program Pemerintah Indonesia untuk memgembangkan budaya membaca. Dukungan itu diwujudkan dengan melatih kepala sekolah, guru dan komite sekolah untuk membangun budaya membaca. Selain itu, USAID PRIORITAS juga sudah membagikan sejumlah buku bacaan ke semua sekolah mitra untuk mendorong tumbuhnya budaya baca. “Kami berencana memperbesar dukungan untuk program membaca, agar semakin banyak sekolah dan siswa yang bisa terjangkau,” terang juru bicara USAID PRIORITAS Sumut Erix Hutasoit di dalam Rapat Reviu dan persiapan Pengembangan Keprofesian Guru Berkelanjutan (PKB) di Swissbel hotel, Medan, Kamis (13/8).

Teacher Training Officer (TTO) Primary USAID PRIORITAS Sumut, Halim Simatupang mengatakan, ada kebutuhan mendesak untuk menyediakan buku bacaan yang relevan untuk kelas awal. Buku-buku yang ada saat ini tidak dirancang secara spesifik untuk membantu anak di sekolah dasar. “Kita menghadapi tantangan karena kurangnya jumlah buku yang sesuai untuk anak kelas awal. Ini menjadi problem besar di tanah air,” ujar Halim Simatupang.




Lebih lanjut Halim mengatakan, guna memperkuat dukungan kepada program membaca, USAID PRIORITAS bekerjasama dengan Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) yang telah mengembangkan buku bacaan berjenjang khusus untuk siswa kelas awal. Buku tersebut akan dibagikan ke sekolah mitra dan non mitra. Untuk itu, guru dan kepala sekolah perlu dilatih menggunakannya. “Penggunaan buku ini akan lebih efektif membantu anak untuk meningkatkan kemampuannya membaca. Penggunaan buku ini bukan berdasarkan kelas, tetapi tingkat kemampuan anak,” tambahnya.

Akademisi Universitas Negri Medan Dr. Mutsyuhito Solin, M.Pd mengatakan setiap siswa memiliki kemampuan dasar membaca yang berbeda. Tidak bisa setiap anak diajarkan membaca dengan cara dan bahan yang sama. Kalau pengetahuan awal anak tidak ada, maka pengetahuan yang disampaikan tidak ada yang dipahami anak. “Jadi dengan adanya buku berjenjang, maka bahan bacaan disesuikan dengan kemampuan awal anak,” terangnya.

Mutsyuhito Solin mengatakan membaca merupakan keterampilan yang penting dikuasai anak. Keterampilan membaca sangat menentukan hasil membaca. Itu dikarenakan kemampuan membaca merupakan alat untuk mempelajari mata pelajaran. Dengan membaca anak bisa memahami agama, bahasa, matematika, sosial dan IPA. “Kalau anak-anak sudah terbiasa membaca dengan buku berjenjang, maka anak-anak tidak akan frustasi lagi membaca. Selama ini anak-anak frutasi membaca, karena selama ini anak menganggap membaca itu sulit. Nah buku berjenjang ini akan lebih menarik bagi anak karena disesuaikan dengan minat anak. Dampak buku berjenjang ini bisa membentuk sikap mandiri anak untuk membaca,” tambah dosen yang ahli bahasa ini.

 




Program USAID Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (USAID PRIORITAS) adalah program lima tahun yang didanai oleh United States Agency for International Development (USAID). Program ini didesain untuk membawa pendidikan kelas dunia kepada banyak siswa di Indonesia.

Di Sumut USAID PRIORITAS bekerja di 15 kabupaten/kota (Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Tanjungbalai,  Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga dan Nias Selatan) dan 2 Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yaitu Universitas Negeri Medan dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara. Sampai saat ini program USAID PRIORITAS telah memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 290 ribu siswa di 1.975 SD, SMP dan Madrasah (Dewa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.