Unimed Siap Bersinergi dengan USAID PRIORITAS

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Medan, Jelasberita.com | Rektor Unimed, Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., mengatakan Unimed siap bersinergi dengan USAID PRIORITAS untuk mewujudkan Pengembangan Keprofesian guru Berkelanjutan (PKB). Ia menekankan agar PKB dimulai dari pemetaan kebutuhan guru atau tenaga pendidik dan kepala sekolah. Setelah dipetakan, perlu dilakukan uji kompetensi guru dan terakhir dibarengi pameran hasil-hasil belajar (showcase). “Unimed siap bersinergi dengan USAID PRIORITAS,” ujarnya dalam rapat Reviu dan Persiapan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Sumatera Utara yang digelar di Ruang Diamond Swissbel Hotel, Medan, Rabu (12/8).

Selain itu, ia juga menganjurkan perlu ada komitmen semua kepala daerah di Sumatera Utara dalam mewujudkan Pengembangan Keprofesian guru Berkelanjutan (PKB). “Tanpa komitmen dari kepala daerah, PKB akan sulit terlaksana,” sambungnya.







Namun, semua sekolah juga perlu melaksanakan PKB mandiri. PKB mandiri sebagai sikap proaktif sekolah dalam membenahi dan mengembangkan mutu keprofesian guru-gurunya secara berkelanjutan.”PKB itu jangan dimaknai guru kumpul-kumpul. Tetapi bagaimana guru-guru mau membenahi dirinya, keterampilannya dan kompetensinya. Ini bisa dilakukan oleh sekolah atau organisasi atau komunitas. Musti proaktif. Tapi kepala daerah harus melanjutkannya,” lanjutnya.

Ia mengutip pernyataan pakar pendidikan John Dewey yang menyebut pendidikan adalah kehidupan itu sendiri. menyitir pandangan itu, Syawal mengatakan, peran utama guru adalah melibatkan anak dalam setiap proses pembelajaran dan memandu anak merumuskan pertanyaan.

Tak heran, kata Syawal, jika 75 persen sekolah sekolah di Indonesia mutunya di bawah standar. Dan sekolah-sekolah yang beginian menghasilkan lulusan-lulusan yang cacat kompetensinya. “Guru-guru kita fokus mengajar. Padahal pengalaman murid adalah hal yang lebih penting dalam pendidikan. Karena itu, melibatkan dan membangun partisipasi murid dalam melakukan banyak hal adalah tugas yang penting diwujudkan sekolah atau guru. Karena itu, pelatihan terpadu dan holistik juga sangat perlu dilakukan dalam PKB,” terang Syawal Gultom.

Effendi Panjaitan, Ketua Komisi E DPRD Sumut menyebut pondasi pertama yang DPRD Sumut prioritaskan adalah kesehatan kemudian dibareng dengan pendidikan. Hanya Rp125 M (di bawah 5 persen dari APBN) anggaran untuk pendidikan. Sangat kecil.




Ia jua memaparkan bahwa persoalan politik anggaran menjadi masalah besar di dewan. Selain itu soal data tentang pendidikan juga belum ada data sehingga hampir semua kebijakan dibuat bukan berbasis data, tetapi opini atau kepentingan politik. “Program PKB ini baik sebagai pengantar mediasi antara LPTK, sekolah dan pemerintah daerah dalam rangka peningkatan keprofesian guru. Namun, perlu diawali dengan pemetaan mutu guru terlebih dahulu,” ucapnya.

Effendi Panjaitan berharap USAID PRIORITAS tetap memfasilitasi tindak-lanjut PKB ini. Selain itu, juga perlu dilakukan monitoring dan evaluasi demi mengawal jalannya PKB di Sumatera Utara.
“Keberlanjutan kegiatan hari ini sangat perlu. Jangan berhenti di sini saja supaya tidak buang-buang energi,” katanya.

Mark Heyward, Advisor Government Management USAID PRIORITAS mengatakan pihaknya hanya membantu memediasi stakeholder dalam mewujudkan PKB juga secara teknikal memfasilitasi pelatihan-pelatihan guru, kepala sekolah dan pengawas. Ia menyebut, untuk meningkatkan mutu guru bisa dilakukan dengan dua cara yakni melatih guru, kepala sekolah dan pengawan saat masih pra jabatan maupun saat dalam  jabatan. Pelatihan profesi guru berkelanjutan ini harus dilakukan sesuai kebutuhan dengan memanfaatkan sistem gugus, melanjutkanya dengan pendampingan dan diakhiri dengan showcase atau pameran praktik baik di sekolah. (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.