Petugas Damkar Kota Medan Tampar Tetangga

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




MEDAN, Jelasberita.com | Gara-gara sepeda motornya menghalangi jalan, seorang ibu anak satu ditampar tetangga sendiri. Ida Marlina br Raja Gukguk (22) warga Jl Pintu Air Gang Maju Simalingkar B Kel Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor, mengadukan menganiayaan yang dilakukan oleh Tumpal Sihombing (40) warga Jl Pintu Air Gang Maju Simalingkar B Kel Kwala Bekala Kec Medan Johor yang
merupakan tetangganya depan rumahnya ke Mapolsek Delitua. Korban akhirnya membuat pengaduan ke Polsek Delitua pada Minggu (2/8) pukul 22.00 WIB, didampingi pamannya Ardianus (45).

Tumpal yang merupakan seorang PNS di Pemko Medan, bekerja sebagai petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Medan menganiaya Ida ini karena masalah sepele.







Data yang dihimpun di Polsek Delitua, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (1/8) sekitar pukul 09.00 WIB. Ketika Ida dan anaknya yang baru berusia 2 tahun. Hendak membeli sarapan di kawasan Simalingkar, Ida yang mengendarai Honda Beat warna hitam berplat BK 4660 PAR berhenti di depan mulut Gang Maju. Karena ingin masuk ke dalam gang, Tumpal yang mengendarai angkot 54 miliknya terus mengklakson agar Ida segera memindahkan kretanya. Tak sabar melihat Ida yang berada di depan lorong, Tumpal pun langsung menerobos masuk ke dalam gang, Ida yang diketahui karyawan restaurant di Petisah nyaris tersungkur bersama anaknya yang baru berusia 2 tahun. Untungnya korban tidak tidak mengalami luka serius. Hanya knalpot kretanya yang rusak.

Tumpal yang menabrak Ida, keluar dari angkot bukannya meminta maaf kepada korban melainkan langsung menampar Ida berulang kali. Hingga korban mengalami memar di mata sebelah kanannya cukup serius dan telinganya berdengung tidak bisa mendengar. “Dipukulnya aku, sambil
marah-marah. Sakit kali rasanya, kupingku sampe berdengung,” terangnya di Polsek Delitua.

Lanjut mengatakan, “Memang dia itu sudah lama tidak senang sama aku dan keluargaku, makanya tanpa basa basi ditamparnya aku,” keluhnya. “Abang tengok aja bekas tamparannya, mata kiriku sampe biru dan kuping kiriku tak bisa dengar,” ungkapnya. “Bukan aku saja yang dimusuhinya, kami satu lorong pun dimusuhinya, karena dia suka menghina dan menganggap orang rendah,” tuturnya.

Pihak kepolisian melalui Kapolsek Delitua, AKP Daniel Marunduri mengatakan akan memproses pengaduan korban, “Kita visum dulu dan akan kita periksa korban beserta saksi mata kejadian,” terangnnya. (dewa)




Leave a Reply

Your email address will not be published.