Penandatangan Kesepakatan Polres dan Bupati Samosir Minta Masyarakat Jangan Terpancing Isu SARA

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Pangururan, Jelasberita.com | Kepolisian Polres Samosir bersama Bupati Samosir beserta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kerukunan Tokoh Masyarakat (FKTM) se Kabupaten Samosir sepakat untuk terus menjaga kerukunan beragama di Kabupaten Samosir.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon, Kapolres Samosir AKBP  Eko Suprihanto, Perwakilan Agama Kristen, Praeses HKBP Samosir Debora Sinaga, Ketua MUI Kabupaten Samosir, serta Ketua FKTM dan FKUB di Aula Polres Samosir, Rabu (29/7).




Sebelum penandatanganan, Kapolres Samosir menyampaikan, masyarakat Samosir harus tetap menjaga  kerukunan antar umat beragama dan tidak terpancing dengan isu SARA yang baru baru terjadi di
Kabupaten Tolikara, Papua. “Setiap masyarakat harus berani menolak paham paham radikal yang bisa memperkeruh suasana serta setiap masyarakat harus selalu mengedepankan kebersamaan dan toleransi antar umat,” katanya mengawali sambutannya.

Tidak itu saja, Kapolres juga menjelaskan berbagai buntut peristiwa di Kabupaten Tolikara juga sempat memicu aksi balas dendam dengan melakukan perlawanan seperti melakukan pembakaran pintu pintu gereja di Pulau Jawa dan Palu, Sulawesi.

Oleh karena itu, ia menegaskan kegiatan pertemuan antar umat beragama harus tetap ditingkatkan, sehingga berbagai isu yang menjurus SARA bisa terus diantisipasi. Sementara itu, Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon dalam sambutannya menyampaikan, Samosir merupakan daerah yang sangat harmonis, sehingga sangat cocok menjadi daerah percontohan.

Mangindar juga memaparkan, tentang perlunya peran semua tokoh agama menyuarakan tentang pembatasan teknologi yang sangat canggih karena diakui Mangindar, teknologi informasi bisa menimbulkan masalah baru serta bisa memicu konflik.




“Artinya di zaman teknologi canggih ini kita semua berharap jangan cepat terhasut dan harus terus waspada serta bagi yang negatif harus terus diantisipasi,” katanya.

Acara sendiri diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama dan selanjutnya diakhiri dengan silaturahmi antar Muspida dan para tokoh agama dan tokoh masyarakat. (Jogy)

Leave a Reply

Your email address will not be published.