Langkah Menuju Kemandirian: Kilas Perjuangan CV Minarni

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Langkah Menuju Kemandirian Kilas Perjuangan CV MinarniPadang, Jelasberita.com | CV Minarni merupakan salah satu kontraktor yang dikembangkan kemampuan usahanya oleh Tambang Emas Martabe untuk menyediakan karung bagi Departemen Geologi dan Geologi Pertambangan. Karung yang dibuat CV Minarni ini diperlukan sebagai tempat menyimpan batuan contoh dari hasil kegiatan ekplorasi sebelum dikirim ke laboratorium Intertek di kota Padang, Sumatera Barat.

Karung dengan berbagai ukuran dibuat dengan melibatkan beberapa warga lokal dikoordinir oleh Josmar Manullang sebagai pimpinan CV Minarni.  Diceritakan Josmar, CV Minarni didirikan sekitar 2004. Sebelumnya, berbentuk badan usaha, Usaha Dagang (UD). Dengan keahliannya sebagai penjahit pakaian, Josmar memberanikan diri untuk mengajukan perusahaannya mengambil peluang mengerjakan karung sampel batuan conto yang diperlukan Tambang Emas Martabe yang pada waktu itu masih berada pada tahapan eksplorasi.




Ukuran karung sampel batuan conto yang dipesan terdiri dari 5 (lima) ukuran: 15×20, 20×30, 30×40, 40×40 dan 40×60. Pesanan untuk masing-masing ukuran berbeda-beda jumlahnya.

“Waktu itu saya yakin dapat mengerjakan pembuatan karung sampel batuan conto yang diperlukan Tambang Emas Martabe dengan modal 5 (lima) buah mesin jahit dan beberapa karyawan yang sudah saya miliki,” kata  Josmar.

Pengajuan usahanya bersambut baik. CV Minarni mendapatkan pekerjaan pembuatan karung sampel batuan conto. Bentuk badan usaha pun diubah dari Usaha Dagang (UD) ke Perseroan Komanditer (CV).

Pesanan pertama berjumlah sekitar 2000 karung. Menggerakkan 5 (orang) karyawannya, CV ini membuat karung sampel batuan conto dari kain blacu putih. Saat itu bahan ini tidak tersedia di Kecamatan Batangtoru sehingga harus didatangkan dari Medan.




Pesanan karung sampel batuan conto semakin banyak seiring dengan perkembangan Tambang Emas Martabe memasuki tahapan produksi.  Pesanan yang diterima CV Minarni di awal tahun 2013 tidak tanggung-tanggung, 50.000 karung sampel. Yang membutuhkan karung sampel batuan conto, tidak hanya Departemen Geologi saja, melainkan sudah meluas ke Departemen Geologi Pertambangan.

Beruntung, jumlah karyawan CV Minarni sudah bertambah menjadi 13 (tigabelas) orang sehingga pesanan sebanyak itu dapat dikerjakan tanpa hambatan. Jumlah mesin jahitnya pun sudah bertambah. Dari semula 5 (lima) mesin jahit menjadi 10 (sepuluh) mesin jahit, ditambah dengan 3  (tiga) mesin obras.  Rata-rata pesanan yang diterima CV Minarni setiap tahunnya mencapai minimal 5000 karung sampel.

Karyawan yang bekerja di CV Minarni silih berganti. Hal ini dikarenakan mayoritas karyawan CV Minarni adalah perempuan. Setelah menikah, mereka meninggalkan Kecamatan Batangtoru, ikut dengan suami. Hanya 1 (satu) orang karyawan perempuan yang tetap setia bekerja di CV Minarni sejak awal berdiri hingga kini. Ini pun karena suaminya bekerja di sekitar Kecamatan Batangtoru.

Dari 13 (tigabelas) orang karyawan CV Minarni, 7 (tujuh) orang diantaranya sudah menikah, dan sisanya, 6 (enam) orang belum menikah. Salah satunya adalah putri bungsu Josmar Manullang yang tengah dikembangkan kemampuannya untuk mengambil alih usaha di kemudian hari.  Sistem kerja yang diterapkan untuk pekerjaan pembuatan karung sampel batuan conto ini adalah sistem borongan. Para karyawan dibayar berdasarkan target.

Tak hanya karung sampel batuan conto, CV Minarni pernah juga mendapatkan pesanan untuk pembuatan baju seragam dari kontraktor Tambang Emas Martabe, Leighton Contractor Indonesia (LCI) dan dari PT Agincourt Resources. Tapi, pesanan ini hanya bersifat temporer saja. Begitu juga dengan pembuatan topi bagi karyawan yang bekerja di bawah terik matahari.

Saat ini, pesanan yang diterima CV Minarni tidak hanya karung sampel batuan conto. Saringan (filter) emas juga didapatkannya. Saringan emas ini terbuat dari bahan kain jeans dan dilapisi dengan blacu putih. “Meski saya tidak begitu tahu di mana dan untuk apa saringan emas yang terbuat dari bahan kain jeans, namun saya yakin hasil kerjaan saya dimanfaatkan di pabrik pengolahan emas dan perak,”ucap Josmar.

Kedepannya Josmar yakin usahanya akan semakin meluas dan hasil kerjanya bisa dipakai oleh perusahaan-perusahaan lain di luar Batangtoru. “Dengan modal yang sudah kami miliki dan keuletan karyawan, saya yakin, usaha ini akan terus berkembang secara mandiri. Apa yang terjadi pada saya dan CV Minarni pasti bisa terjadi pada pengusaha lokal lainnya yang mau berani menangkap peluang, mengembangkan kemampuan dan bisnis untuk dapat berkompetisi secara sehat. Peluang mengembangkan diri dan usaha selalu terbuka luas asal mau dan siap kerja keras,” ujar Josmar. (rls/ti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.