Perihal Nikah Beda Agama

Oleh: Riduan Situmorang

Baru-baru ini, pada 18 Juni 2015 kemarin, MK menolak gugatan UU Perkawinan. Praktis, UU Pernikahan yang telah berumur 41 tahun itu akan tetap berlangsung. Hampir tak bisa lagi ditukar atau diperbaharui karena keputusan MK bersifat final. Sebelumnya, UU “naas” ini digugat oleh sekelompok mahasiswa dan alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Dalilnya HAM, yaitu bahwa pernikahan itu adalah murni milik dan kebebasan semua orang. Atas pertimbangan itulah mereka kemudian menggugat Pasal 1 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 ke MK. Bunyinya begini: perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu. Artinya, sekilas, apalagi setelah dipelesetkan, pernikahan beda agama menjadi sesuatu yang haram di negeri ini. Dan, seiring dengan penolakan gugatan dari MK tadi, pernikahan beda agama akan tetap menjadi sesuatu yang haram.




Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.