FT Unimed Kirim Guru Produktif SMK Ke Provinsi Aceh, Sumut dan Riau

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




FT Unimed Kirim Guru Produktif SMK Ke Provinsi Aceh, Sumut dan Riau

Medan, Jelasberita.com | Dalam rangka memenuhi kekurangan guru produktif di SMK, FT Unimed bekerjasama dengan Dirjen Pendidikan Menengah Kemendikbud mengirimkan 50 orang sarjana untuk mengajar di propinsi Aceh, Sumut, dan Riau. Acara pelepasan Sarjana Mengajar ini dilakukan di Ruang Serbaguna FT Unimed, Kamis (23/7).




Hadir dalam acara ini Dekan FT Unimed Prof. Dr. Abdul Hamid K., M.Pd, Wakil Dekan II Dr. Nathanael Sitanggang, S.T., M.Pd, Wakil Dekan III Dra. Rosnelli, M.Pd, Dosen Pendamping, dan sebanyak 50 peserta Program Sarjana Mengajar Pemenuhan Guru Produktif SMK tahun 2015.

Prof Abdul Hamid dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk memenuhi kekurangan guru produktif di daerah 3T (Terdepan, Tertinggal, dan Terluar). Sebanyak 10 orang peserta sarjana mengajar ini akan ditempatkan di Kabupaten Simeulue (Aceh), 10 orang di Kabupaten Aceh Singkil (Aceh), 3 orang di Kabupaten Rokan Hulu (Riau), 4 orang di Kabupaten Dumai (Riau), 4 orang di Kabupaten Nias (Sumut), 10 orang di Kabupaten Tapanuli Tengah (Sumut), 6 orang di Kabupaten Langkat (Sumut), dan 3 orang di Kabupaten Karo (Sumut).

Prof Hamid yang memimpin langsung acara pelepasan Sarjana Mengajar ini mengharapkan, selain memenuhi kekurangan guru, peserta juga harus dapat memberikan layanan teaching dan non teaching untuk mewujudkan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah sasaran. Beliau juga menghimbau peserta untuk bekerja secara profesional serta menjaga nama baik almamater Unimed.

Sementara itu, ketua pelaksana kegiatan ini Dr Nathanael Sitanggang mengatakan bahwa seluruh peserta program Sarjana Mengajar ini telah lulus seleksi dan telah mengikuti workshop pembekalan peserta pada 15 sampai 20 Juni 2015 lalu. Adapun peserta yang dikirimkan terdiri dari beberapa program keahlian, yaitu; Teknik Gambar Bangunan, Teknik Konstruksi Kayu, Teknik Komputer dan Jaringan, Multimedia, Teknik Audio Video, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Sepeda Motor, Teknik Kenderaan Ringan, Busana Butik, Perikanan, Akuntansi, Administrasi Perkantoran, dan Pemasaran.




Lebih lanjut Dr Sitanggang mengatakan, selama satu tahun melaksanakan pengabdian menjadi guru SMK, peserta akan memperoleh biaya hidup, transport (pulang-pergi), kelengkapan mengajar (jaket, baju kaos, tas ransel) dan bantuan perangkat pembelajaran. Seluruh peserta juga diasuransikan di asuransi pemerintah.

SMK yang mendapat bantuan tenaga guru program Sarjana Mengajar ini adalah SMK NegeriĀ  yang masih kekurangan guru produktif SMK, dan diutamakan SMK Negeri yang berada didaerah 3T.

Leave a Reply

Your email address will not be published.