Sinyal Penaikan Rate September Gelincirkan Emas

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Medan, Jelasberita.com

Pasaran emas di pasar fisik merosot seiring melemahnya harga emas di pasar global. Penurunan dipicu sinyal penaikan suku bunga (rate) oleh Bank Sentral Amerika (Fed). Pekan lalu, pejabat Fed menyampaikan akan menaikkan rate secepatnya pada September.




Pernyataan itu seketika mengguncangkan harga emas. Tekanan terhadap logam mulia itu pun bertambah kepemilikan di SPDR Gold Trust, produk ETF emas yang diperdagangkan di bursa dan terbesar di dunia merosot.

Berdasarkan data yang dikutip, Rabu (22/7), harga emas berjangka pada Juni yang berkisar menjadi $1.196-$1.200 per ounce, merosot ke kisaran $1.000,00-1.100 per ounce.
Harga emas Antam dipatok Rp.547 ribu per gram, turun dari 553ribu sepekan lalu. Harga emas murni (LM) 99,99% turun ke Rp. 483ribu dari 502ribu sebelum libur Lebaran. Harga emas lokal 97% berkisar di Rp.463ribu, turun dari sekitar Rp.470ribu pekan sebelumnya.

Customer Service Butik Emas LM di Medan, Rabu, mengemukakan, penurunan harga emas berlangsung sejak pasar kembali aktif pasca-Lebaran. Pihaknya mengutarakan, penyebab penurunan dipicu pelemahan harga emas global. Penurunan harga katanya juga mengundang rasa ingin tahu masyarakat yang kerap menanyakan harga melalui telepon atau datang langsung.

“Banyak yang nanya hari ini karena beberapa dari mereka tahu harga lagi turun. Pembelian juga lumayan, mereka umumnya dari kalangan karyawan, mungkin butuh untuk menginvestasikan dana mereka ke dalam bentuk emas,” ungkapnya kepada Analisa.




Darmin, Pengamat Ekonomi dari Panin Sekuritas mengatakan harga emas masih berpeluang besar untuk turun, dan bergerak sesuai dengan arah pernyataan Fed mengenai suku bunga.
“Suku bunga yang tinggi akan merusak daya tarik emas karena para investor akan lebih memilih untuk mengalihkan dana mereka ke dalam investasi yang memberikan imbal hasil yang tinggi seperti saham dan obligasi. Besar kemungkinan harga emas masih akan tertekan akibat upaya Fed untuk menaikkan rate,” katanya.

Menurut Jeffrey Currie, Kepala Analis dari Goldman Sachs, harga emas berpeluang turun di bwh 1.000 USD/ ounce. Ia juga menambahkan bahwa bukan hanya emas, pasar komoditas lainnya juga dalam kondisi tertekan. (rls/ti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.