Panin : Surplus Perdagangan Juni USD690 juta

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Medan, Jelasberita.com | Tim Riset Panin Sekuritas memperkirakan surplus neraca perdagangan Juni akan mencaoai USD690 juta dengan ekspor -14,7% yoy (+4,6% mom) dan impor -20,7% yoy (+7,2% mom). Prediksi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan konsensus Bloomberg, ungkap Panin dalam hasil risetnya yang kepada Jelasberita.com, Selasa (14/7).
Konsensus memperkirakan ekspor -16,5% yoy dengan impor -20,32% yoy sehingga neraca perdagangan Juni mencatatkan surplus USD 478 juta. “Prediksi kami didasarkan pada peningkatan ekspor dan impor pada bulan Juni seiring adaya bulan puasa dan libur lebaran. Surplus neraca perdangan ini menjadi surplus bulan ke-6 selama 2015, hal ini akan memperbaiki kinerja defiist transaksi berjalan domestik pada 2015,” ungkap Panin dalam draftnya.
Pihaknya masih mempertahankan asumsi perbaikan defisit transaksi berjalan menjadi 2,7% dari PDB.
Peningkatan ekspor diekspektasikan akan bersumber dari produk minyak kelapa sawit dan turunannya seiring meningkatnya permintaan dunia dan potensi El Nino. Harga CPO Malaysia naik 2,5% mom pada Juni.
BI rate diekspektasikan dipertahankan pada 7,5% pada RDG BI (14/7). Walaupun level inflasi terkendali, kami percaya bahwa BI masih mengimplementasikan kebijakan moneter ketat seiring gejolak pasar keuangan global dan fluktuasi rupiah. Ancaman perlambatan perekonomian Tiongkok kembali mencuat seiring pelemahan data perdagangan Tiongkok dan anjloknya bursa saham Tiongkok.
Biro Nasional Statistik (NBS) Tiongkok dijadwalkan merilis angka resmi PDB kuartal II 2015 Tiongkok pada Rabu (15 Juli). Kemendag memprediksi ekspor Indonesia ke Tiongkok berpotensi menurun 8%-10% yoy sebagai efek tidak langsung dari anjloknya bursa saham Tiongkok.
Ekspor komoditas primer diprediksi terkena dampak yang cukup besar. Kemudian Gubernur The Federal Reserve, Janet Yellen, menegaskan pada Jumat (10/7) bahwa The Fed kemungkinan mulai menaikkan Fed rate sebelum akhir 2015. Sehingga normalisasi rate global akan meningkatkan tren suku bunga seiring peningkatan global borrowing cost. Fluktuasi rupiah dipengaruhi oleh ketidakpastian dari global dan perkembangan data makroekonomi domestik.  Posisi cadangan devisa per 7 Juli 2015 sebesar USD108,03 miliar. (ti)




Leave a Reply

Your email address will not be published.