Antisipasi Macet Lebaran, Dishub Binjai Siapkan 5 Jalur Mudik Alternatif

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Lalulintas Lebaran SUMUT




Binjai, Jelasberita | Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kota Binjai menyiapkan sedikitnya lima jalur mudik alternatif dalam kota sebagai antisipasi kemacetan arus lalu lintas di pusat kota dan jalur lintas provinsi, ketika puncak perayaan Lebaran 2015.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Binjai, HT Fadlan, saat diwawancara wartawan melalui Kepala Bidang Angkutan Darat, Sahri, Senin (13/7), menyikapi kemungkinan terjadinya penumpukan kendaraan di dalam kota, menjelang dan selama Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah.

“Sejauh ini kita sudah siapkan lima ruas jalan sebagai jalur alternatif dalam kota, yakni dua jalur lintas provinsi, dan tiga jalur lintas kabupaten/kota. Insya’allah ini akan membantu masyarakat, khususnya pemudik,” tandasnya.

Menurut Sahri, kelima jalur dimaksud antara lain, Jalan Lingkar Binjai-Tandam dan Jalan Dr Wahidin, sebagai jalur alternatif lintas provinsi, serta Jalan Gajah Mada, Jalan Ir H Djuanda, dan Jalan Perintis Kemerdekaan, sebagai jalur alternatif lintas kabupaten/kota.

“Saya tegaskan, masyarakat terutama pemudik tidak perlu bingung. Sebab setiap persimpangan yang telah kita tetapkan sebagai jalur alternatif dalam kota, mulai besok (hari ini_red) sudah dipasangi tanda atau plang khusus,” jelasnya.




Selain itu, ujar Sahri, Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Binjai mengimbau kepada para pengusaha dan pengemudi truk pengangkut barang, agar tidak melintas di jalur lintas provinsi terhitung sejak H-2 hingga H+3 Lebaran, terkecuali truk pengangkut BBM, elpiji, sembako, dan pupuk.

“Sebagai tambahan, kita juga meminta para pengendara agar berhati-hati dan membatasi kecepatan kendaraannya, maksimal 60 kilometer per jam, terutama ketika melintasi jalur lintas provinsi, seperti di Jalan Soekarno-Hatta, dan Jalan Tengku Amir Hamzah,” pungkas Sahri. (Ardi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.