Kapolres Binjai Bantah Terima Upeti Pembebasan Truk Pengangkut Arang

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Binjai, Jelasberita | Kapolres Binjai, AKBP Mulya Hakim Solichin, membantah pemberitaan tidak benar, menyangkut isu dirinya menerima upeti, sehubungan pembebasan tiga truk dan para awak kendaran pengangkut arang berbahan baku kayu bakau (mangrove), belum lama ini.
“Tidak benar (pemberitaan) itu. Darimana jalannya saya bisa terima upeti, kalau yang dibebaskan itu barang legal? Jelas ini isu yang menyesatkan, dan sangat tidak baik untuk pembelajaran publik,” katanya, saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon seluler, Jumat (10/7) pagi.

Menurut Kapolres, pembebasan tiga truk dan para awak kendaran pengangkut arang bakau itu sudah sesuai prosedur. Sebab dari hasil pemeriksaan pihaknya, dugaan jika muatan tersebut ilegal ternyata tidak terbukti, karena memiliki dokumen, serta izin angkut dan usaha resmi.

“Pembebasan itu dilakukan karena kami tidak punya dalil untuk melakukan penahanan. ini mengingat semua dokumennya lengkap, nota angkutannya ada, dan jelas asal-usul muatannya. Bahkan slip pembayaran pajaknya juga ikut terlampir,” tandasnya.




Dalam hal ini, dokumen yang dimaksudkan Kapolres meliputi, nota angkutan, surat izin tempat usaha (pembuatan arang), SK Menteri Kehutanan RI Nomor 155/Menhut-II/2015, akta pendirian koperasi atas nama Koperasi Serba Usaha Bina Meufakat Kabupaten Aceh Timur, SK Gubernur Aceh Nomor 522.21/BP2T/6244/IUPHKm/XII/2012, dan lain sebagainya.
Dirinya juga membantah jika bahan baku arang tersebut merupakan olahan kayu bakau hasil pembalakan liar hutan mangrove di Kabupaten Langkat. Sebab faktanya, bahan baku kayu bakau justru berasal dari pemanfaatan hutan kemasyarakatan oleh Koperasi Serba Usaha Bina Meufakat di Kabupaten Aceh Timur.
“Intinya, persoalan ini jelas sangat keliru. Faktanya pun tidak relevan. Sehingga saya kira publik juga harus bisa mencermati, agar semuanya bisa memahami,” ujar Kapolres.
Seperti diketahui sebelumnya, Polres Binjai sempat mengamankan tiga truk pengangkut arang, yang dicurigai berbahan baku kayu bakau hasil pembalakan liar, di kawasan Jalan Lintas Binjai-Tandam Persimpangan Taman Megawati Indah Kecamatan Binjai Timur, Selasa (7/7) lalu.
Selain mengamankan tiga truk pengangkut arang dengan nomor polisi BK 8271 CH, BB 8776 MB, dan BK 9290 CH, dalam operasi itu polisi turut menahan para supir dan kernet truk di mapolres setempat, untuk dimintai keterangannya sebagai saksi.

Namun setelah dilakukan proses pemeriksaan terhadap seluruh awak kendaraan, maupun pemilik muatan, dan perusahaan penyuplai, pada Rabu (8/7) siang, ketiga truk bermuatan arang itu akhirnya dibebaskan. Sebab seluruh muatan telah dilengkapi dokumen dan izin resmi. (Ardi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.