Ekonomi Global Melambat, Ekspor Sumut Empat Tahun Terakhir Menyusut

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Medan, Jelasberita.com
Ekspor Sumatera Utara dalam empat tahun terakhir terus menyusut. Berdasarkan data yang dikutip Selasa (7/7), dari situs Badan Pusat Statistik Sumut, nilai ekspor Sumut pada 2011 mencapai $11.883.269.00. Pada 2012 nilai ekspor turun menjadi $10.393.936.000. Pada 2013 kembali turun menjadi $9.598.008. Pada 2014, angkanya juga masih di bawah $. 10 miliar.

Negara tujuan yang permintaan ekspornya menurun antara lain Jepang, Amerika Serikat, India, Belanda, Malaysia, dan Singapura. Jepang misalnya, nilai ekspornya pada 2011 mencapai $ 1.359.989 turun menjadi $1.069.832, dan pada 2013 kembali turun menjadi $927.780. Ditinjau menurut golongan barang, penurunan ekspor terbesar terjadi pada getah karet alam, lemak dan minyak nabati dan kopi.




Pengamat ekonomi dari Panin Sekuritas, Darmin SE, MBA, CIMBA, menjelaskan penurunan permintaan komoditas dari sejumlah negara tersebut dilatarbelakangi perlambatan ekonomi global, terutama perlambatan ekonomi AS dan Jepang dalam beberapa tahun belakangan. Apalagi, perubahan moneter kerap terjadi di berbagai bank sentral dan itu memengaruhi permintaan terhadap komoditas. Selanjutnya, perubahan tersebut juga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang belakangan memang melambat.

Tahun ini, Amerika Serikat akan menjadi satu-satunya lokomotif ekonomi global. Pemulihan di Negeri Paman Sam kontras dengan Eropa, Jepang, dan Tiongkok. Uni Eropa sedang menghadapi ancaman deflasi dan krisis, bahkan perpecahan politik di negara anggota sebagaimana Yunani diperkirakan akan keluar dari kawasan euro. Jepang pun turut mengalami deflasi dan kelesuan, ujarnya.
Secara terpisah, Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara, Edy Irwansyah mengemukakan penurunan kontribusi ekspor pertanian Sumut, khususnya getah karet alam disebabkan anjloknya harga di pasar internasional sehingga mendorong para petani mengurangi produksi.

Selama ini, penurunan harga karet telah menimbulkan kesulitan bagi para petani, ungkapnya. Banyak petani kini tidak lagi menyadap pohon karet akibat harga terus-menerus turun. Harga karet terus bertahan di kisaran rendah. Dikutip dari Reuters, harga SIR20 Belawan untuk kontrak Juli 2015 berkisar di US$C 169,50-170,00, masih sama dengan kontrak Januari. (rls/ti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.