Ternak Babi Berkeliran Telan Korban

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Samosir, Jelasberita.com | Sepertinya permasalah ternak babi yang bebas berkeliaran di Kota Pangururan menjadi persoalan yang tidak akan pernah tuntas jika pemerintah tidak segera bertindak.

Hal ini disampaikan salah seorang korban B Simbolon kepada wartawan belum lama ini setelah mengalami kecelakaan saat jatuh dari sepeda motor ketika ditabrak induk babi yang berkeliaran di Kota Pangururan.




Kejadian yang dialami oleh B Simbolon berawal saat dirinya bersama istrinya br Siringo ringo hendak belanja ke Pasar Onan Baru.

Sekitar 100 meter menuju pusat pasar, tiba tiba seekor induk babi hitam berlari dan menyeberang jalan, spontan tabrakan tak dapat dielakkan hingga suami istri ini terpental ke badan jalan dan mengalami luka luka parah pada bagian kepala, tangan dan kaki serta sekujur tubuh.

Kejadian itu membuat warga yang melintas pun langsung berusaha menolong korban dan langsung melarikannya ke RS Hadrianus Sinaga yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Ditemui di rumah sakit istri Simbolon, menyampaikan pemerintah seharusnya jangan berdiam saja sebab sudah terlalu banyak korban akibat ternak babi berkeliaran di Pangururan.




“Suami saya mengalami luka luka dan kami tidak tahu mau menuntut kemana, bagaimana pula kalau sampai meninggal, sama siapa mau menuntut,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, beberapa masyarakat menilai pemerintah tidak serius untuk menindak tegas pemilik ternak babi yang masih membebaskan ternaknya berkeliaran. Padahal, Pemkab Samosir sudah mengeluarkan Perda Nomor 26 Tahun 2006 tentang penertiban ternak.

“Pemerintah terlalu banyak teori dalam penertiban ternak babi, hasilnya hanya isapan jempol belaka,” kata seorang warga bermarga Naibaho.

Belum lama ini, Camat Pangururan Mangihut Situmeang, menyampaikan ternak-ternak yang berkeliaran di tengah kota akan ditertibkan dengan melayangkan surat kepada masyarakat dan menyuarakannya melalui gereja-gereja untuk diumumkan kepada para jemaat.

“Sosialisasi dan surat edaran akan kami layangkan, pengumuman lewat gereja dan melalui radio akan terus kami lakukan, supaya masyarakat segera mengkadangkan ternak-ternaknya yang masih berkeliaran,” kata camat. (Jogy)

Leave a Reply

Your email address will not be published.