Ekonomi AS Berkontraksi Sedikit Kuartal I tapi Pertumbuhan Meningkat

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Washington, Jelasberita.com | Ekonomi AS mengalami kontraksi pada kuartal pertama, tetapi kurang dari perkiraan sebelumnya karena berjuang menghadapi cuaca buruk, dolar menguat, pemangkasan belanja di sektor energi dan gangguan di pelabuhan Pantai Barat.

Meski demikian, pertumbuhan meningkat sejak kuartal kedua karena hambatan sementara dari hujan salju berat yang tidak biasa dan masalah pelabuhan menghilang. Para peritel melaporkan penjualan meningkat pada Mei dan para pengusaha meningkatkan perekrutan. Sektor perumahan pun ikut meningkat dan aktivitas manufaktur mulai stabil.




Ekonomi yang terus menguat mampu mendorong Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga tahun ini. Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Rabu bahwa produk domestik bruto (PDB) menyusut dengan tingkat tahunan 0,2 persen pada kuartal Januari-Maret bukannya berkontraksi 0,7 persen yang dilaporkan bulan lalu.

Laju yang cukup kuat atas pengeluaran konsumen dan akumulasi persediaan dari perkiraan sebelumnya menyumbang revisi naik untuk PDB. Pengeluaran investasi bisnis lebih kecil dari perkiraan pemerintah bulan lalu.

“Revisi ini berdampak positif terhadap pandangan kita untuk kuartal kedua. Permintaan masih solid namun penyesuaian terhadap penguatan dolar belum berada di jalurnya,” ulas Nariman Behravesh, Kepala Ekonom di IHS di Lexington, Massachusetts, Kamis (25/6)

Belanja konsumen yang menyumbang lebih dari dua pertiga dari aktivitas ekonomi AS, meningkat dengan laju pertumbuhan 2,1 persen dari tingkat 1,8 persen yang dilaporkan pada Mei.
Dengan lebih banyak orang Amerika memperoleh gaji dan pasar tenaga kerja mengetat, akhirnya memacu pertumbuhan upah yang lebih kuat, belanja konsumen bisa berakselarasi pada kuartal kedua.




Belanja pun bisa memperoleh dukungan dari peningkatan kekayaan rumah tangga sebagaimana harga rumah meningkat. Tabungan pribadi meningkat dengan laju $720,20 miliar pada kuartal pertama.
Meskipun pertumbuhan ekspor direvisi naik, mengimbangi revisi naik impor, defisit perdagangan masih besar yang kurang lebih 2 poin persentase dari PDB. (Rtr/lil)

Leave a Reply

Your email address will not be published.