Unimed Ekspansi Best Practice USAID PRIORITAS

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Medan, Jelasberita.com | Keberlanjutan kerjasama antara Unimed selaku LPTK (Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan) dengan USAID PRIORITAS bukan lagi sebatas mempersiapkan fasilitator. Lebih dari itu, segala praktik-praktik baik (best practice) yang diterapkan USAID PRIORITAS bahkan akan diadopsi seutuhnya untuk diaplikasikan dalam perkuliahan Proses Belajar Mengajar (PBM). Demikian disampaikan Rektor Unimed Prof.Dr. Syawal Gultom, M.Pd saat ditemui di ruangannya, lantai 2 Biro Rektor Unimed, Medan, Senin (22/6).







Syawal Gultom melihat, bahwa praktik-praktik baik yang dimiliki USAID PRIORITAS perlu sekali diterapkan di perkuliahan dalam rangka mempersiapkan calon guru yang terampil dan kompeten. Walau banyak guru sudah dilatih lewat sertifikasi tapi fakta di lapangan kita lihat, katanya, mereka belum mampu menerapkan active learning, belum mampu menjadi guru inspiratif. Ini persoalan di hilir. Sebutlah soal kinerja profesional guru yang rendah, sikap integritasnya memaknai profesi, ditambah lagi persoalan distribusi guru.

“Maka ketika USAID PRIORITAS mencoba menawarkan solusi-solusi bijak terkait bagaimana menciptakan suasana pembelajaran di sekolah dengan menerapkan pembelajaran active, saya tertarik. Bahkan dari showcase yang mereka lakukan, dampaknya positif. Signifikan. Guru-guru yang diperkenalkan dengan model-model pembelajaran baru kemudian dilatih lewat modul satu, modul dua dan modul tiga. Metode-metode ini bisa dipaktikkan dalam proses belajar mengajar dengan baik,” ujar Rektor.

Tak sampai di situ, Syawal Gultom juga memuji pihak USAID PRIORITAS yang memiliki best practice dan mau membagikannya pada pihak lain. “Mereka mau sharing. Karena bicaranya seputar peningkatan mutu, ke depannya, kerjasama tidak lagi sebatas menyiapkan dosen-dosen fasilitator. Saya menawarkan kepada rekan-rekan USAID PRIORITAS bagaimana kalau praktik-praktik baik itu kita integrasikan dalam proses perkuliahan calon guru. Jadi sejak dini, best practice itu diintegrasikan dalam PBM, diintegrasikan dalam microteaching dan diintegrasikan dalam PPL (Program Paktik Lapangan),” pungkasnya.

Koordinator USAID PRIORITAS Sumut Agus Marwan dalam rapat antar stakeholder beberapa waktu lalu menyampaikan, peningkatan mutu pendidikan, utamanya kualitas guru perlu dikerjakan secara bersama-sama oleh semua pihak. Peran LTPK selaku pencetak guru-guru juga amat perlu apalagi selaku lembaga yang punya andil besar untuk ini. Kerjasama dalam meningkatkan mutu pembelajaran di kelas yang mampu menerapkan model pembelajaran aktif amat perlu terus digalakkan. Unimed sendiri telah menjadi mitra USAID PRIORITAS dalam upaya peningkatan mutu guru. (Dewa)




Leave a Reply

Your email address will not be published.