Pembeli Rumah Pertama Kali di AS Melonjak Tertinggi 5 ½ Tahun

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Washington, Jelasberita.com | Penjualan kembali rumah melonjak ke tingkat tertinggi 5 ½ tahun pada Mei sebagaimana pembeli rumah pertama kali memasuki pasar. Ini menjadi indikasi terbaru bahwa sektor perumahan dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan meningkat pada kuartal kedua.
Penguatan prospek ekonomi cenderung terus membuat Federal Reserve AS berada di jalur untuk menaikkan suku bunga tahun ini. National Association of Realtors melaporkan, Selasa (23/6), penjualan rumah yang ada naik 5,1 persen ke tingkat tahunan menjadi 5,35 juta unit, level tertinggi sejak November 2009. Angka itu membuat penjualan tahun ini berada di jalur kenaikan tertingginya sejak 2007.

“Ini menunjukkan pemulihan pasar perumahan AS kembali berada di jalur usai menyusut di awal tahun ini. Kami berharap nada optimis dalam pemulihan perumahan berkesinambungan sebagaimana fundamental domestik yang menguntungkan mulai bangkit kembali,” kata Millan Mulraine, Wakil Kepala Ekonom di TD Securities, New York.




Pengetatan kondisi pasar tenaga kerja mulai memacu pertumbuhan upah lebih kuat, memacu permintaan untuk perumahan. Peningkatan bulan lalu membalikkan penurunan mendadak pada April, yang para ekonom sangkal sebagai indikasi mengingat indikator penjualan rumah, termasuk aplikasi hipotek sudah cukup signifikan selama periode itu.

Grup Realtors merevisi penjualan April pada laju hingga 5,09 juta unit dari sebelumnya dilaporkan 5,040 unit. Para ekonom telah memperkirakan penjualan kembali rumah naik dengan laju 5,26 juta unit bulan lalu.

Pembeli rumah pertama menyumbang 32 persen dari transaksi, panga terbesar sejak September 2012. Namun, saham tetap jauh di bawah 40 persen sampai 45 persen yang para  ekonom dan Realtors katakan diperlukan untuk pasar perumahan yang kuat.

Laporan penjualan rumah yang kokoh pada Mei ditambah data pekan lalu yakni izin membangun, memberikan gambaran optimis atas pasar perumahan. Angka ini digabung dengan penjualan ritel yang kuat, sentimen konsumen, dan data ketenagakerjaan menandakan peningkatan momentum perekonomi setelah awal tahun ini sempat lesu. (Reuters/ti)




Leave a Reply

Your email address will not be published.