USAID PRIORITAS Latih Pengembangan Keprofesian Guru secara Komprehensif

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Kepala Sub Bagian Program Dinas Pendidikan Labuhan Batu Sony Bizahrin mengemukakan program akselerasi di Labuhan Batu
Kepala Sub Bagian Program Dinas Pendidikan Labuhan Batu Sony Bizahrin mengemukakan program akselerasi di Labuhan Batu

Yogyakarta, Jelasberita.com – USAID PRIORITAS melatih 93 orang fasilitator dari 8 provinsi untuk membantu memfasilitasi pengembangan kapasitas kabupaten/kota dalam penyusunan rencana strategis pegembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) guru pada jenjang pendidikan dasar. “Kegiatan analisis dilakukan berbasis data pokok pendidikan dari kabupaten masing-masing. Kami akan memfasilitasi bagaimana cara menganalisis kebutuhan pelatihan guru secara komprehensif,” terang spesialis manajemen dan tata kelola USAID PRIORITAS Mark Heyward PhD dalam lokakarya nasional perencanaan strategis pengembangan keprofesian berkelanjutan di Hotel Alana,Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Merancang perencanaan yang komprehensif diperlukan informasi tentang jumlah guru yang perlu dilatih, jenis pelatihan yang diprioritaskan, besar dan sumber pendanaan yang tersedia dan potensi yang dapat dimobilisasi, serta sumberdaya pelatihan lainnya. Produk akhirnya adalah setiap guru mendapatkan pelatihan sesuai dengan kebutuhan, baik untuk jenjang karir maupun untuk update kompetensi sesuai jenjang karirnya.




Kebijakan program PKB guru memiliki porsi penting dalam pembangunan pendidikan. Karena itu, program ini telah masuk dalam prioritas arah dan kebijakan pembangunan pendidikan RPJMN 2015-2019. Karena itu, USAID PRIORITAS mendukungnya dengan bantuan teknis cara mengelolanya, memetakannya, dan akan membantu dalam fasilitator dan pendanaan sebesar Rp 100 juta perkabupaten/kota.

“Perencanaan strategis pengembangan keprofesian berkelanjutan, dirancang bisa berjenjang dan terintegrasi dalam perencanaan daerah yang sudah ada, seperti renstra dinas pendidikan, BKD, dan bahkan bisa masuk ke dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten/kota,” jelas doktor asal Australia tersebut lebih lanjut.

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Dikdas, Pusbangprodik, Kemendikbud Dian Wahyuni menjelaskan bahwa kebijakan PKB guru dilaksanakan dengan mengacu pada Permennegpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Tujuan tersebut antara lain menjamin setiap guru dapat mencapai dan memenuhi standar kompetensi, setiap peserta didik mendapatkan pelayanan yang standar dan berkualitas dalam pendidikan sehingga dapat mengembangkan diri sesuai dengan potensinya, dan setiap guru memiliki penguasaan kompetensi yang sesuai dengan jenjang profesionalnya.

“Kami harapkan dengan regulasi PKB yang dilatihkan oleh USAID PRIORITAS, tidak ada lagi guru yang berhenti jenjang karirnya. Selain itu, setiap peningkatan karir guru, akan bertambah pula kompetensinya,” pungkas Dian.




Berikan contoh praktik yang baik dalam pengelolaan guru.

Dalam forum lokakarya selama 3 hari (3-5/6) tersebut, USAID PRIORITAS juga menghadirkan narasumber dari Pusat Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia Dr H Susari MA, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sidoarjo Drs Musta’in, dan Kepala Sub Bagian Program Dinas Pendidikan Labuhan Batu Sony Bizahrin.

Mereka memaparkan tentang praktik yang baik dalam pengelolaan pengembangan keprofesian berkelanjutan yang telah dilakukan didaerahnya. Dr Susari memaparkan bagaimana Kemenag RI mengelola guru dengan data berbasis EMIS (Education Management Information System). Di Sidoarjo Kepala Dinas pendidikan memaparkan bagaimana pengelolaan guru, baik untuk jenjang karir maupun peningkatan kualitas. Musta’in menyebutkan bahwa dukungan pemerintah daerah setiap tahun untuk peningkatan kompetensi guru mencapai 5 miliar tiap tahunnya.

“Selain dana APBD sampai 5 miliar, bupati juga mendorong mutu guru dengan mengeluarkan peraturan bupati untuk menyisakan 5% dari dana sertifikasi. Guru bersama komunitasnya (MGMP, KKG, dll) wajib untuk mengelolanya untuk kepentingan peningkatan kompetensi mereka. Pemda juga mendorong diseminasi modul-modul USAID PRIORITAS untuk dikembangkan di setiap gugus,” ungkap Musta’in.

Menambahkan Musta’in, Kepala Sub Bagian Program Dinas Pendidikan Labuhan Batu Sony Bizahrin mengemukakan program akselerasi di Labuhan Batu. Program tersebut dilandasasi oleh Peraturan Bupati Nomor 14 tahun 2014 yang mengatur regulasi peningkatan kualitas guru dan pendidik di Kabupaten Labuhan Batu (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.