Kemendikbud Didukung USAID Kembangkan Program SBSNP

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





(2)Dr. Ir. Gatot Hari Priowiryanto, Direktur SEAMEO (South East Asia Ministers of Education Organization) Secretariat (paling kanan) menyebut peningkatan kualitas proses pembelajaran merupakan cara yang efektif untuk menyiapkan lulusan yang kompetitif.
(2) Dr. Ir. Gatot Hari Priowiryanto, Direktur SEAMEO (South East Asia Ministers of Education Organization) Secretariat (paling kanan) menyebut peningkatan kualitas proses pembelajaran merupakan cara yang efektif untuk menyiapkan lulusan yang kompetitif.

Jakarta, Jelasberita.com |Untuk memperkuat program pengembangan sekolah berbasis standar nasional pendidikan (SBSNP),  Pusat Peningkatan Mutu Pendidikan (PPMP) BPSDMPK-PMP Kemendikbud bekerjasama dengan USAID PRIORITAS (prioritizing reform innovation and opportunities for reaching Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students) melatih lebih dari 280 fasilitator yang dipersiapkan untuk melatih dan mendampingi guru dan kepala SMP SBSNP di 33 provinsi di seluruh Indonesia (14-16/6/2015). “Kami bekerjasama dengan USAID PRIORITAS untuk memperkuat praktik yang baik dalam pembelajaran dan manajemen berbasis sekolah (MBS) dalam rangka pengembangan SBSNP,” kata Dr. Bastari Kepala Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP) BPSDMPK-PMP Kemendikbud di sela-sela acara.

Dalam kegiatan bertajuk “Capacity Building Tingkat Nasional Praktik Baik Proses Pembelajaran” diharapkan dapat membantu para peserta yang berasal dari LPMP, dinas pendidikan, dan LPTK, dalam mendampingi guru dan kepala sekolah mengimplementasikan standar isi, standar proses, standar penilaian, dan standar pengelolaan sebagai bagian program dalam mewujudkan SBSNP.




Menurut Bastari, SBSNP merupakan program PPMP BPSDMPK-PMP Kemendikbud untuk meningkatkan layanan pendidikan yang berkualitas. Pelatihan ini merupakan bagian dari program penjaminan mutu pendidikan agar mutu sekolah mencapai standar nasional pendidikan. ”Kami melatih para fasilitator yang terdiri dari pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, widyaiswara LPMP, dan dosen LPTK. Mereka akan melatih lebih dari 400 SMP yang akan melaksanakan program SBSNP dalam rangka mempercepat pencapaian standar nasional pendidikan yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Sekolah tersebut diharapkan dapat meningkat efektivitas mutunya dan menjadi contoh bagi sekolah lainnya,” katanya lagi.

Saat ini 81 walikota dan bupati telah menandatangani MoU sebagai komitmen untuk melaksanakan program SBSNP. PPMP BPSDMPK-PMP Kemendikbud juga bekerja sama dengan 37 LPTK yang para dosennya ikut melatih dan melakukan pendampingan kepada sekolah dalam program SBSNP agar memenuhi 8 standar nasional pendidikan.

Dr. Ir. Gatot Hari Priowiryanto, Direktur SEAMEO (South East Asia Ministers of Education Organization) Secretariat yang hadir dalam pembukaan, menyebut peningkatan kualitas proses pembelajaran merupakan cara yang efektif untuk menyiapkan lulusan yang kompetitif. “Jejaring mutu antar sekolah di Asia Tenggara saat ini sedang kami rintis untuk mengurangi disparitas kualitas pendidikan antar negara. Program ini juga menjadi sarana untuk saling belajar bersama melalui program SEA (South East Asia) digital class,” tuturnya.

Sementara Stuart Weston, Direktur Program USAID PRIORITAS, menyampaikan bahwa capacity building tingkat nasional ini merupakan bagian dari upaya terus-menerus peningkatan kualitas pendidikan. “Mutu sekolah sangat bergantung pada kualitas guru. Oleh sebab itu supaya sekolah berkualitas dari segi pembelajaran, tidak ada cara lain selain sekolah harus mengembangkan keprofesionalan guru secara terus-menerus,” kata Stuart.




Kembangkan Budaya Baca

Pelatihan capacity building ini akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu praktik baik dalam pembelajaran dan MBS. Pada pelatihan pembelajaran, peserta difasilitasi untuk mempraktikkan pengembangan ‘keterampilan informasi’ dalam pembelajaran IPA, IPS, dan bahasa Indonesia, membaca ekstensif dalam pembelajaran bahasa Inggris, serta pembelajaran matematika dalam kehidupan. Sementara pada materi MBS, peserta dilatih untuk membuat sekolah mengembangkan keprofesionalan guru secara berkelanjutan. Selain itu peserta juga dilatih untuk menguatkan program budaya membaca yang saat ini sudah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, menjadi program nasional (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.