Direktur Misi USAID Indonesia: Belajar IPA dengan Praktik, Buat Siswa Termotivasi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Andrew Sisson berdialog dengan kelompok siswa yang  eksperimen tentang tekanan zat cair dalam penerapan hukum pascal.
Andrew Sisson berdialog dengan kelompok siswa yang eksperimen tentang tekanan zat cair dalam penerapan hukum pascal.

Bandung, Jelasberita.com | “Ketika tidak sedikit siswa mengalami kesulitan mengikuti mata pelajaran IPA, para siswa SMPN 3 Cimahi ternyata sangat menikmati proses pembelajaran IPA secara konstekstual dengan melakukan percobaan-percobaan sains memanfaatkan potensi lingkungan sebagai sumber belajar.” Demikian disampaikan oleh Andrew Sisson, Direktur Misi Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dalam lawatannya ke sekolah dan perguruan tinggi di Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Kunjungan Andrew Sisson untuk melihat secara langsung dampak bantuan pelatihan dan pendampingan program USAID Prioritizing Reform, Innovation, and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students (PRIORITAS) kepada sekolah dan LPTK mitra. Program USAID PRIORITAS merupakan program lima tahun (2012-2017) senilai $ 83,7 juta untuk meningkatkan akses pendidikan dasar di Indonesia. “USAID melatih dan mendampingi sekolah dan madrasah agar siswa mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas,” kata Sisson.




Di SMPN 3 Kota Cimahi, Andrew Sisson berbaur dengan siswa kelas 7 yang sedang mengikuti pembelajaran IPA. Proses belajar berlangsung di pinggir kolam sekolah. Rupanya siswa tengah melakukan eksperimen perpindahan kalor konduksi dan konveksi. Setiap kelompok mencoba merakit perahu bertenaga uap dengan bahan sterofom, kaleng bekas, dan lilin. Usai dirakit, setiap perahu dicoba dijalankan di atas air kolam. Riuh para siswa, guru, dan Andrew Sisson bertepuk tangan merayakan keberhasilan percobaan.

Di kelas 8, Sisson mendapati siswa juga sedang melakukan percobaan mengamati tekanan zat cair pada sistem peredaran darah manusia sebagai implementasi hukum pascal. Setiap kelompok melakukan percobaan tingkat tekanan sesuai dengan kedalamannya. Andrew berinteraksi dengan siswa dan terlibat dalam percakapan. Sisson tampak hendak mengecek penguasaan siswa mengenai percobaan sains yang sedang dilakukannya.

Hevina, siswa kelas 7, tidak canggung bercakap-cakap Bahasa Inggris dengan Sisson. Ia mengaku senang belajar di sekolah ini karena pembelajarannya asyik, menyenangkan, dan mudah diikuti. “IPA mudah dipahami dengan praktik percobaan seperti ini,” katanya. Mendengar Havina fasih berbahasa Inggris, Sisson memberikan penguatan, “Havina, kamu cocok jadi diplomat.” Eriko, siswa lain, bertanya kepada Sisson, “Apakah menurut Bapak pembelajaran kami tadi, bagus atau tidak?” Sisson menjawab, hanya dalam beberapa menit berada di tengah siswa, ia sudah mendapat kesan positif. “Pembelajarannya luar biasa,” puji Sisson.

Menyaksikan proses pembelajaran di sekolah, Andrew Sission menyatakan salut dan bangga terhadap siswa yang tampak menikmati proses belajar. “Belajar IPA dengan praktik membuat siswa lebih senang dan termotivasi. Kecermatan mereka dalam melakukan percobaan sains menunjukkan kemajuan yang menggembirakan,” ujar Sisson. Ia juga menyampaikan, pengalaman belajar para siswa itu merupakan bukti relevansi proses pendidikan di perguruan tinggi dengan perkembangan sekolah (Dewa)




Leave a Reply

Your email address will not be published.