Perlambatan Ekspor dan Pelemahan Yen Tekanan bagi BoJ

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




jepang indonesia
Tokyo, Jelasberita.com | Perlambatan ekspor kembali menjadi sumber sakit kepala bagi Bank Sentral Jepang (BoJ) yang diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneter stabil pada Jumat dan pihaknya menjadi semakin waspada dalam memperluas program stimulus radikal mereka.

Dengan sentimen bisnis dan belanja modal meningkat, BoJ kemungkinan akan mempertahankan penilaian bagusnya bahwa perekonomian terus pulih meskipun berada pada laju moderat. Namun, BoJ hampir tidak puas karena pertumbuhan terlihat melambat menjadi 1,3 persen periode April-Juni dari ekspansi 3,9 persen untuk tingkat tahunan pada kuartal pertama.




Ekspor melambat untuk bulan kedua berturut-turut pada tahun ini yang berakhir pada Mei, meleset dari angka yang direvisi naik oleh BoJ terhadap ekspor pada Februari.
“Pemulihan Jepang akan sangat moderat dan bergelombang karena ekspor dapat melemah lebih lanjut jika permintaan Asia tidak meningkat,” kata Hideo Kumano, Kepala Ekonom di Dai-ichi Life Institute Research.

Pada pertemuan dua hari yang berakhir pada Jumat, BoJ diperkirakan mempertahankan program pembelian aset besar-besaran dan berjanji meningkatkan uang primer pada laju tahunan 80 triliun yen ($650 juta).

Pasar berharap BoJ melonggarkan kebijakan moneter kembali pada Oktober meskipun sejumlah investor telah mendorong kembali perkiraan mereka untuk langkah lebih lanjut, mencerminkan pertumbuhan kuartal pertama yang kuat.

Sejumlah analis mengatakan BoJ pun dapat menjadi lebih ragu-ragu untuk melonggarkan kebijakan karena khawatir pelemahan yen lebih lanjut dan menuai kritik dari anggota parlemen yang sudah resah tentang pelemahan yen.




Gubernur Haruhiko Kuroda memicu yen lonjakan pekan lalu ketika ia mengatakan kepada parlemen bahwa nilai tukar efektif yen sudah “sangat rendah.”

Ia kemudian menjelaskan pernyataan tersebut tidak dimaksudkan sebagai peringatan untuk melemahkan yen. Tapi pernyataan berhasil menjaga dolar berada di rentang 121-124 yen, tingkat yang banyak perusahaan anggap sesuai dalam jajak pendapat Reuters. (Reuters/ti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.