Hambatan Inflasi AS Memudar Dipicu Kenaikan Harga Energi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




top-dollar
Washington, Jelasberita.com | Harga konsumen AS pada Mei mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari dua tahun karena harga bensin melonjak, menunjukkan hambatan pada inflasi dan harga minyak yang lebih rendah memudar.

Data lain pada Kamis menunjukkan ekonomi tersebut mendapatkan kembali momentum setelah terseret pada kuartal pertama. Jumlah orang Amerika yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran turun pekan lalu mendekati level terendah 15 tahun dan aktivitas pabrik di wilayah pertengahan Atlantik meningkat ke level tertinggi enam bulan pada Juni.




Stabilitas harga dan penguatan ekonomi menggarisbawahi pengetatan pasar tenaga kerja, kemungkinan akan mendorong Federal Reserve AS selangkah lebih dekat untuk menaikkan suku bunga tahun ini. Namun, penaikan suku bunga mungkin akan dilakukan secara bertahap karena penguatan dolar terus meredam tekanan harga yang mendasarinya.

“Kami pikir inflasi akan meningkat lebih tinggi selama musim panas dan membuka kesempatan untuk penaikan suku bunga pada September. Pada saat yang sama tekanan inflasi yang rendah mengartikan siklus pengetatan hanya akan dilakukan secara bertahap,” kata Thomas Costerg, Ekonom AS di Standard Chartered Bank, New York.

Indeks harga konsumen (IHK) naik 0,4 persen bulan lalu usai naik 0,1 persen pada April, ungkap Departemen Tenaga Kerja. Itu merupakan kenaikan terbesar sejak Febuari 2013, dan membuat IHK tidak berubah dalam 12 bulan hingga Mei usai penurunan 0,2 persen secara tahunan pada April.
Meskipun harga energi stabil, penguatan dolar membebani tekanan inflasi yang mendasarinya. Yang disebut IHK inti, tidak termasuk biaya makanan dan energi, naik 0,1 persen, kenaikan terkecil dalam lima bulan setelah naik 0,3 persen pada April.

Dalam 12 bulan hingga Mei, IHK inti naik 1,7 persen, melambat dari kenaikan tahunan 1,8 persen pada April. Bank Sentral AS mengatakan Rabu ekonomi cukup berkembang dan menyatakan keyakinan inflasi akan secara bertahap bergerak menuju target 2 persen. (Reuters/ti)




Leave a Reply

Your email address will not be published.