Warga Simalungun Tewas Gantung Diri

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Warga Simalungun Tewas Gantung Diri

Medan, Jelasberita.com | Irwan Afrianzah (20) pemuda asal Desa Dolok Mainu, Kecamatan Dolok Nanggar, Simalungun ditemukan tewas tergantung di kolong jembatan di Komplek Asia Mega Mas, Kelurahan Sukaramai II, Medan Area, Selasa (16/6) pukul 17.00 WIB.







Korban ditemukan mengenakan baju kemeja warna hitam, kaos abu-abu dan celana panjang jins biru, dengan posisi badan menggantung di bawah jembatan. Sedang kondisi tubuh sudah membiru dan diperkirakan baru beberapa jam tewas.

Ada dugaan korban tewas gantung diri, lantaran pengangguran dan jadi gelandangan. A Siong, warga setempat mengatakan, orang yang pertama mengetahui korban tewas adalah pemilik toko ‘Sehat Makmur’ yang berada di depan jembatan tersebut, Kompleks Asia Mega Mas Blok BB, No 19.

“Warga sini juga tadi yang pertama sekali melihatnya sudah tergantung. Dia memang bukan warga sini, tapi sebelum ditemukan tergantung, korban sempat datang ke toko di depannya dan meminta karyawan toko agar melilitkan kain dilehernya agar tercekik. Berartikan baru saja kejadiannya. Kurasa stres dia dan jadi gelandangan di sini,” terang A Siong.

Siswandi Kepala Lingkungan 15 membenarkan, korban bukanlah warganya. “Saya taunya dari masyarakat juga, sekitar jam 4 sore ini. Bukan warga kita korban ini. Kita gak ada yang kenal. Identitasnya terungkap dari dompet di saku celanannya. Disitulah baru ada Kartu Keluarga dan KTPnya,” beber Siswandi.




Mendapat adanya informasi ada mayat dalam keadaan tergantung petugas kepolisian dari Polsek Medan Area dibantu tim identifikasi Polresta Medan langsung turun ke lokasi kejadian. Kapolsek Medan Area, Kompol Teuku Rizal Moelana melalui Pjs Kanit Reskrim, Iptu Sehat Tarigan membenarkan kejadian tersebut. “Korban merupakan warga Simalungun karena saat ditemukan korban membawa kartu tanda penduduk (KTP). Belum bisa kita pastikan apa motif korban tewas. Saat ini kita masih mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Pirngadi Medan untuk diotopsi,” ungkap Sehat.  (dgh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.