Mengenal Instrumen Obligasi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




obligasi

Meski sama-sama instrumen investasi yang dicatat dan diperjualbelikan di bursa efek, ada perbedaan mendasar antara instrumen saham dan obligasi. Bila kepemilikan saham merepresentasikan kepemilikan perusahaan di mana investor saham memiliki hak suara, obligasi merupakan pinjaman dari investor kepada perusahaan. Kali ini akan diulas lebih jauh mengenai obligasi.




Obligasi merupakan surat utang jangka panjang yang menjadi bukti investor telah meminjamkan sejumlah dana yang harus dikembalikan nilai pokok utangnya pada tanggal jatuh tempo obligasi. Perusahaan penerbit obligasi selain wajib membayar pokok utang, juga wajib membayar kupon atau bunga atas utang tersebut secara berkala, biasanya per kuartal atau setiap semester.

Dalam penerbitan obligasi dikenal istilah nilai nominal (nilai pari/par value). Ini adalah nilai penerbitan surat utang. Misalnya, perusahaan A menerbitkan obligasi dengan nilai nominal Rp100 miliar. Setiap investor bisa membeli obligasi misalnya minimal Rp1 miliar. Pada saat awal diterbitkan, pembelian obligasi umumnya pada harga par atau seharga 100% dari nilai obligasi tersebut. Pembelian saat penerbitan disebut pembelian obligasi di pasar perdana.

Setelah selesai ditawarkan di pasar perdana, obligasi akan dicatat dan diperdagangkan di bursa efek (pasar sekunder). Saat sudah ada di pasar sekunder, harga beli obligasi bisa berfluktuasi, tidak lagi pasti bisa dibeli pada harga par atau 100%. Harga obligasi bisa bergerak naik di atas 100%, misalnya 101%, 102%, 110%, dan seterusnya. Artinya, untuk mendapatkan obligasi dengan nilai nominal Rp1 miliar misalnya, jika harga di pasar sekunder 110%, maka investor harus mengeluarkan uang Rp1,1 miliar.

Sebaliknya, harga obligasi bisa mengalami penurunan di pasar sekunder, misalnya menjadi 99%, 97,5%, atau bahkan hingga 75%. Investor yang membeli obligasi  dengan nilai nominal Rp1 miliar saat harga obligasi turun ke 95% hanya perlu membayar Rp950 juta. Saat jatuh tempo, penerbit obligasi akan membayar nilai pokok utang atau nilai pokok obligasi senilai 100% dari nilai nominal. Mendekati tanggal jatuh tempo, biasanya harga obligasi akan mendekati harga par.




Istilah kupon obligasi (coupon bond) berarti bunga yang dibayar penerbit obligasi kepada investor yang menjadi kreditur. Ada beberapa jenis kupon obligasi. Pertama, kupon dengan tingkat bunga tetap (fixed), yaitu bunga yang dibayarkan besarnya tetap sejak awal masa pembayaran kupon hingga obligasi jatuh tempo. Misalnya, obligasi XYZ dengan jangka waktu lima tahun, memberikan kupon 17% per tahun fixed. Artinya, selama lima tahun bunganya sama sebesar 17% per tahun. Sebagian besar obligasi yang diperdagangkan di pasar modal Indonesia adalah obligasi berbunga fixed.

 

Kedua, kupon obligasi dengan bunga flat (mengambang). Artinya, suku bunga akan berubah mengikuti perkembangan suku bunga acuan. Misalnya, suku bunga acuan yang dipakai adalah BI Rate. Contoh, obligasi perusahaan EFG memberikan kupon bunga sebesar 15% flat. Jika tahun kedua BI rate naik 0,25% misalnya, maka kupon obligasi akan ikut naik 0,25% menjadi 15,25%. Begitupun tahun berikutnya akan mengikuti pergerakan BI Rate. Jika BI rate turun, maka kupon obligasi EFG akan ikut turun. Acuan bunga yang digunakan bisa bermacam-macam.

Jangka waktu penerbitan obligasi bermacam-macam. Umumnya antara 3-10 tahun. Selain itu, informasi penting pada penerbitan obligasi adalah rating yang diberikan lembaga pemeringkatan efek. Rating umumnya disimbolkan dengan abjad dan angka. Misalnya Obligasi XYZ memiliki rating AAA. Ini adalah rating tertinggi. Berikutnya berturut-turut AA+, AA-, A+, A-, BBB, BB+ dan seterusnya hingga D (kategori default). Semakin tinggi rating menunjukkan tingkat keamanan (kemampuan membayar kupon dan pokok obligasi) yang semakin tinggi. Dengan kata lain, semakin tinggi rating menunjukkan kinerja keuangan perusahaan semakin baik. Mengenai rating obligasi akan dibahas tersendiri. (Tim BEI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.