BEI Raih Standar Internasional Sistem Manajemen Keamanan Informasi ISO 27001

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




 

 




PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai fasilitator dan regulator pasar modal Indonesia senantiasa meningkatkan pengelolaan perusahaan secara profesional dengan berlandaskan kepada penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) secara konsisten. Salah satu bentuk perwujudan dari penerapan GCG yang konsisten adalah dengan menerapkan manajemen risiko dengan tujuan menjaga kualitas layanan dan keamanan informasi perusahaan.

Bagi BEI, aset yang sangat penting di dalam industri pasar modal adalah informasi. Pasalnya, informasi yang dihasilkan oleh BEI akan dimanfaatkan oleh seluruh pelaku di industri pasar modal. Dalam operasional perusahaan, pertukaran informasi baik informasi tertulis atau tercetak, maupun elektronik, tidak dapat dihindari dan sangat dibutuhkan bagi kelangsungan bisnis perusahaan, baik di tingkat internal maupun eksternal.

Sesuai dengan road map perusahaan, sejak 2011-2015, BEI telah membangun dan menerapkan sistem manajemen keamanan informasi yang mengacu kepada standar internasional Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) ISO 27001. Penerapan itu dilakukan demi menjaga keamanan informasi yang mencakup kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan.

Selain itu, tujuan lain dari implementasi SMKI ISO 27001 adalah untuk memastikan informasi yang telah dikelola dengan baik oleh BEI dapat terlindung dari berbagai ancaman, baik fisik maupun teknologi informasi. Sertifikat ISO 27001 pertama yang didapatkan oleh BEI adalah di 2012 untuk lingkup Fungsi Pengawasan Transaksi.




Berikutnya di 2013, BEI mendapat sertifikat ISO 27001 untuk fungsi-fungsi Manajemen Risiko, Kepatuhan Anggota Bursa, Keanggotaan, Sekretaris Perusahaan, dan Pencatatan baik di Group 1, Group 2 dan Non-group. Selanjutnya pada 2014, BEI mendapat sertifikat ISO 27001 untuk fungsi-fungsi Operasi Teknologi Informasi, Manajemen Proyek Perkantoran Teknologi Informasi, Pengembangan Teknologi Informasi, Riset dan Pengembangan, dan Manajemen DRC (Disaster Recovery Center).

Pada tahap terakhir, di 2015, BEI berhasil mendapat sertifikat ISO 27001 untuk fungsi-fungsi Edukasi, Hukum, Keuangan, Manajemen Informasi dan Pengembangan Emiten, Operasional Perdagangan, Pendukungan Perdagangan, Sumber Daya Manusia, Perencanaan Strategis dan Manajemen Proyek, serta Satuan Pemeriksa Internal dan Umum. Dari hasil audit sertifikasi di 2015 oleh lembaga sertifikasi British Standards Institute (BSI), BEI dinyatakan berhasil mendapatkan sertifikat SMKI ISO 27001:2013 dengan lingkup korporasi.

Pada Senin, 8 Juni 2015, Managing Director BSI Indonesia, Yuan B. Handayana menyerahkan sertifikat SMKI ISO 27001:2013 kepada Direktur Utama BEI Ito Warsito yang disaksikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida. Acara serah terima tersebut dihadiri oleh Para Pejabat OJK, Direksi Anggota Bursa, Perwakilan dari Asosiasi, serta Anggota dari Komite Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI.

Leave a Reply

Your email address will not be published.