18 Kabupaten Akan Dilatih CTL/Pakem dan MBS

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




18 Kabupaten Akan Dilatih CTLPakem dan MBS




Medan, Jelasberita.comStake holder (pemangku kewajiban) pendidikan Sumatera Utara sepakat mendiseminasikan program USAID PRIORITAS di 18 kabupaten/kota. Artinya, para guru, pengawas dan kepala sekolah di 18 kabupaten tersebut akan mendapatkan pelatihan Pakem (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) atau CTL (Pembelajaran Konstekstual) dan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Demikian kesimpulan yang mencuat dalam rapat parastake holder bertajuk “Provincial Education Stakeholder Meeting,” yang digelar di Hotel Soechi, Jalan Cirebon, Medan, Senin (16/6).




Kesepakatan tersebut menjadi sinyal baik dalam mewujudkan pemerataan mutu pendidikan. Seluruh peserta rapat setuju bahwa pemerataan mutu pendidikan urgen untuk dikerjakan. Ketua Dewan Pendidikan Kota Medan Mutsyuhito Solin mengeritik, jika hanya 15 Kabupaten/Kota mitra USAID PRIORITAS yang mendapatkan layanan pendidikan bermutu, sedang kabupaten lain tidak, hal itu bisa menimbulkan kesenjangan. Karena itu, diseminasi, menurutnya penting sekali dikerjakan.

Kabupaten yang disepakati menjadi sasaran diseminasi program tersebut adalah daerah yang belum menjadi mitra USAID PRIORITAS yakni, Karo, Dairi, Pakpak barat, Labuhan Batu Selatan, Mandailing Natal, Simalungun, Siantar, Samosir, Asahan, Tapanuli Tengah, Padang Sidempuan, Batubara, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Nias, Nias Utara, Nias Barat dan Gunung Sitoli.

Selain Mutsyuhito Solin, para stake holder lain yang hadir dalam rembuk tersebut antara lain, sejumlah pejabat teras Dinas Pendidikan Sumatera Utara diantaranya Erni Mulatsih, Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Luar Layanan Khusus, Kabid Peningkatan Mutu Pendidikan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Swardi. Juga hadir Syahrial A Pulungan, mewakili Bappeda Sumut, Dewan Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Mahdi Ibrahim, Ketua Dewan Pendidikan Kota Medan Mutsyuhito Solin, Ketua Komisi E DPRD Sumut Effendi Panjaitan dan Kepala Bagian Pendidikan Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Biro Binkormsos Setda Provsu Rosmawati Nadeak.




Dalam pembukaan acara, Koordinator USAID PRIORITAS Agus Marwan menyebut, ada kerangka kerjasama antara pihaknya dengan Gubernur Sumatera Utara terkait peningkatan mutu pendidikan. Dan pihaknya telah memaparkan program-programnya dan sudah disetujui untuk diseminasikan di seluruh kabupaten/kota di Sumut. Walau sudah ada kerangka kerjasaam dan rencana itu sudah disetujui, sampai saat ini dinas pendidikan Provsu belum juga mengalokasikan anggaran untuk hal tersebut.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Erni Mulatsih menjawab, pihak Pemprovsu belum juga mengalokasikan anggaran dikarenakan dinas pendidikan Pemprovsu kini sedang bingung akibat banyaknya prioritas pekerjaan yang harus ditunaikan. Dinas pendidikan Sumatera Utara sedang fokus membenahi diri lantaran adanya perubahan struktur seperti diinginkan Kemdikbud. Namun, Erni mengatakan, Dinas pendidikan Sumatera Utara sangat mendukung program diseminasi tersebut.

Jawaban bernada dukungan juga diutarakan Kabid Peningkatan Mutu Pendidikan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Disdik Provsu, Swardi. Ia menambahkan, diseminasi tersebut akan efektif meningkatkan kualitas guru. Ia yakin, guru profesional akan dilahirkan lewat program-program bermutu dan guru-guru demikian akan mencetak anak-anak cerdas yang siap berkompetisi di tingkat nasional dan dunia.

Kepala Bagian Pendidikan Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Biro Binkrmsos Setda Provsu Rosmawati Nadeak menganjurkan agar dinas pendidikan Pemprovsu terus mengerjakan prakti-praktikbaik pendidikan di 15 kabupaten/kota yang sekarang sudah jadi mitra USAID PRIORITAS, secara berkelanjutan. Sedang untuk 18 Kabupaten yang sudah disepakati, ia mengatakan akan menyemangati Disdik Provsu supaya menegaskan ke Erni agar Dinas Pendidikan Provsu jangan mengabaikan mengerjakan program di Provinsi Sumatera Utara hanya gara-gara berfokus pada program pusat.

Menambahi penjelasannya, Effendi Panjaitan mengatakan perlu juga ada strategi yang dibangun untuk menjamin keberlanjutan program USAID PRIORITAS ini, sekaligus bagaimana pemerintah juga penting melibatkan sekolah-sekolah swasta dalam program-program diseminasi praktik baik pendidikan. Strategi keberlanjutan ini, menurut dia, harus dipikirkan dari sekarang karena program dari lembaga asing punya masa waktu, dan ketika program tersebut sudah berakhir, pemerintah jangan sampai gelagapan dan gamang untuk melanjutkannya.

Syahrial, mewakili Bappeda Sumut meminta kepada USAID PRIORITAS agar lima kabupaten di Kepulauan Nias menjadi prioritas diseminasi program. Soal pendanaannya, muncul beragam opsi. Masing-masing stake holeder memberikan usul, bisa melalui dana BOS atau dinaggarikan di APBD. Opsi itu masih dalam taham pemikiran lanjutan. Namun kesepakatan diseminasi di 18 kabupaten sudah final.

Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumut Agus Marwan mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan usulan pihak Bappeda tersebut. Katanya, akan ada komunikasi lanjutan untuk membahas usulan ini. Ia juga gembira  ketika apara stake holder di Sumut sepakat untuk diseminasi dalam rangka peningkatan dan pemetaraan pendidikan bermutu. Sampai kini, USAID PRIORITAS telah melatih 4.902 tenaga pendidik dari 929 SD,SMP dan Madrasah. Mereka yang dilatih berasal dari unsur guru, kepala sekolah, pengawas, komite, guru, serta staf dinas pendidikan dan staf Kementerian Agama. (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.