Tunjang Kesehatan Industri Keuangan, OJK KR 5 Sepakati WBS

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




OJK Whistleblowing System

 




Medan, Jelasberita.com | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 berkomitmen untuk mendukung kesehatan industri keuangan dengan menerapkan Whistle Blowing System (WBS) atau sistem pelaporan pelanggaran yang dilakukan karyawan OJK atau sistem pelaporan pelanggaran yang dilakukan karyawan OJK. Upaya tersebut ditandai dengan penandatangan pernyataan komitmen pengendalian gratifikasi di Kantor OJK Regional 5 Sumatera, Kamis (4/6), oleh Kepala OJK KR 5 Ahmad Soekro Tratmono disaksikan oleh Endang Kussulanjari Deputi Komisioner Pengawasan Bidang AIMPRK.

“Industri jasa keuangan dibangun di atas kepercayaan publik. Tidak ada satupun lembaga jasa keuangan dapat bertahan bila masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap lembaga tersebut. Oleh karena itu, kepercayaan merupakan modal penting bagi stabilitas sistem keuangan nasional. Urgensi peningkatan kepercayaan menguat seiring dengan naiknya ketidakpastian di sektor keuangan maupun perekonomian setelah krisis keuangan global 2008,” ujar Endang dalam sambutannya.

OJK memiliki komitmen tinggi untuk memupuk kepercayaan masyarakat melalui penguatan integritas seluruh praktisi atau pelaku industri jasa keuangan, khususnya integritas insan OJK sendiri. OJK telah mencanangkan tahun 2015 ini sebagai tahun penguatan integritas OJK. Beberapa program penguatan integritas OJK di antaranya adalah revitalisasi OJK whistle blowing system (OJK WBS) dan pelaksanaan program pengendalian gratifikasi.

Program revitalisasi OJK WBS dilakukan dengan peningkatan integritas sistem melalui enkripsi seluruh data dengan teknologi mutakhir yang aman, anonimitas dan perlindungan pelapor, user interface lebih sederhana dan menarik, serta pelapor dapat memantau status laporannya, dan pengelolaan WBS akan dilaksanakan oleh pihak independen.




“Menjaga integritas industri jasa keuangan termasuk integritas otoritas adalah tanggungjawab kita bersama. OJK mendorong pelaku di industri jasa keuangan dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan melaporkan fakta dan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh insan OJK melalui OJK WBS,” ajak Endang.

Program Pengendalian Gratifikasi adalah program nasional di bidang pencegahan korupsi yang dikordinasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Program diluncurkan dengan penandatangan pernyataan komitmen OJK yang berisi janji seluruh insan OJK untuk tidak akan menawarkan atau memberikan suap, gratifikasi atau uang pelicin dalam bentuk apapun kepada siapapun, tidak meminta atau menerima suap, gratifikasi dan uang pelicin dalam bentuk apapun, dan mencegah dan mengupayakan pencegahan tindak pidana korupsi di lingkungan OJK. (rls/ti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.