Tidak Peduli Apa Trennya, Terus Berinvestasi pada Perusahaan yang Bagus

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




telur investasi
Medan, Jelasberita.com
Meskipun prospek ekonomi tidak dapat diramalkan oleh Warren Buffett dan Charlie Munger, investor terkaya di dunia, mereka yakin masa depan akan baik karena sistem ekonomi Amerika Serikat berjalan dengan baik dalam jangka panjang. Pihaknya dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) menyatakan akan terus berinvestasi pada perusahaan yang bagus dan tepat, tanpa merisaukan bagaimanan tren ekonomi yang tengah berlangsung.

“Analogi yang diberikan yakni tetap berenang setiap waktu. Maksudnya, tetap berinvestasi, dan membiarkan pasang surut mengatur kondisinya sendiri. Artinya, Warren Buffett akan terus berinvestasi pada perusahaan yang baik dan cocok tanpa peduli apa trend  ekonomi, dan membiarkan ekonomi berjalan dengan sendirinya,” ujar Penasehat Investasi Panin Sekuritas, Darmin SE, MBA, CIMBA, Rabu (3/6/2015), membagikan pengetahuan sekaligus menyampaikan apa yang ia simpulkan selama mengikuti RUPS selama dua hari bulan lalu di perusahaan Berkshire Hathaway Inc, Amerika Serikat. Warren Buffett dan wakilnya memaparkan perkembangan perusahaan dan menjawab pertanyaan dari panelis dan peserta.




RUPS tersebut menurutnya banyak memberikan wawasan tentang ekonomi global. Dipaparkan, AS dan Tiongkok kini menjadi dua negara paling penting di dunia, dan diharapkan dapat bekerja sama sebisa mungkin guna membangun kepercayaan satu sama lain. Sejumlah masukan berharga lain bagi para investor, dalam pengelolaan bisnis sejumlah tantangan mencuat. Di antaranya dari segi keamanan, global warning dan semakin tingginya perhatian konsumen atas makanan sehat dan tantangannya bagi perusahaan Coca-Cola mengingat Berkshire Hathaway merupakan pemegang saham terbesar di perusahaan itu.

Pimpinan perusahaan harus bisa membuat keputusan yang terbaik bagi masa depan perusahaan meski keputusan tersebut mungkin tidak populer seperti pengurangan karyawan. Charlie Munger memperingatkan ekonomi yang semata-mata dirancang agar semua orang dapat bekerja, hanya akan menimbulkan kegagalan seperti yang terjadi di Uni Soviet. Contohnya, kereta api di AS saat ini memperkerjakan 200.000 karyawan, kinerjanya lebih efisien dan menguntungkan dibandingkan beberapa dekade lalu dengan mempekerjakan 1,6 juta karyawan. Dalam melakukan rekrutmen dan kaderisasi yang terpenting yaitu kepercayaan dan perusahaan hanya merekrut orang yang berintegritas. Betapa hebat pun orang tersebut, jika tidak dapat dipercaya, tidak akan direkrut.

Dalam RUPS itu sejumlah peserta pun bertanya, bagaimana masa depan perusahaan apabila kedua pimpinan, Warren Buffett dan Charlie Munger meninggal. Pihaknya menjawab, perusahaan merupakan institusi yang berjalan dengan sistem yang baik sehingga akan tetap maju kendati ditinggalkan oleh kedua pimpinan. Budaya perusahaan telah berakar kuat dalam menjalankan roda perusahaan.

RUPS Berkshire Hathaway itu dilaksanakan sekaligus merayakan 50 tahun kesuksesan Warren Buffett dalam mengelola perusahaan tersebut sejak 1965. Tema RUPS yakni “50 Year of Profitable Partnership”. Sebab,  selama 50 tahun pemegang saham telah menikmati keuntungan 2.850.000 persen atau 28.500 kali lipat  dari investasi awalnya. RUPS dihadiri lebih 40.000 peserta yang merupakan pemegang saham dari berbagai negara, memenuhi 2 lokasi auditorium di CenturyLink Center dan ruangan khusus dengan menonton video live liputan RUPS di Hotel Hilton depan lokasi RUPS. RUPS dipimpin oleh Warren Buffett yang kini berusia 84 tahun dan wakilnya Charlie Munger berusia 91 tahun dengan 6 panelis penanya yang terdiri dari 3 jurnalis dan 3 analis pasar modal serta sebagian peserta yang terpilih untuk mengajukan pertanyaan. (rls/ti)




Leave a Reply

Your email address will not be published.