Sumut Inflasi 1,02%

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




inflasiMedan, Jelasberita.com | Inflasi Sumatera Utara (Sumut) pada Mei mencapai 1,02 persen. Angka tersebut dipicu peningkatan inflasi di seluruh kota, Sibolga 1,56 persen, Pematangsiantar 1,11 persen, Medan 1,01 persen, dan Padangsidimpuan 0,62 persen, ungkap Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut Bismark S. Pardamean dalam pemaparan rilis BPS di Aula BPS Sumut, Senin (2/5).

Di Medan, peningkatan inflasi disebabkan kenaikan indeks dari 119,77 pada April 2015 menjadi 120,98 pada Mei. Kenaikan terutama disebabkan kelompok bahan makanan dengan indeks 3,91 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,28 persen, disusul kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,39 persen, kelompok kesehatan 0,47 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,01 serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,02 persen, sedangkan, kelompok sandang turun 0,65 persen.




Komoditas utama penyumbang inflasi selama Mei 2015 di Medan dipicu kenaikan  cabai merah 95,46 persen, daging ayam ras 10,73 persen, kontrak rumah 0,83 persen, gula pasir 3,59 persen, tarif listrik 0,82 persen, cabe hijau 44,20 persen, dan wortel 24,91 persen.

Perbandingan

Dari 23 kota IHK di Pulau Sumatera, 22 kota mengalami inflasi, inflasi tertinggi di Sibolga 1,57 persen dengan IHK 119,83 dan terendah di sebesar 0,34 persen dengan IHK 116,57. Satu-satunya kota yang mengalami deflasi Pangkal Pinang 0,61 dengan IHK 118,06.

Di Indonesia, pada Mei 2015 dari 82 kota yang diamati indeks harga konsumennya (IHK), 81 kota mengalami inflasi, inflasi tertinggi di Palu 2,24 persen dengan IHK 120,42 dan inflasi terendah di Singkawang 0,03 persen dengan IHK 119,28. Satu-satunya kota yang menghadapi deflasi Pangkal Pinang 0,61 persen dengan IHK 118,06. Sementara itu, secara nasional pada Mei inflasi mencapai 0,50 persen dengan IHK 119,50. (ti)




Leave a Reply

Your email address will not be published.