Satu Lagi Korban Pemerkosaan Datangi Polsek

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Ida dan ibunya, usai dari ruang PPA Polsek Percut Sei Tuan (ari)

Medan, Jelasberita.com | Usai ditangkap atas kasus pemerkosaan terhadap para siswi Sekolah Dasar, Rusli Lubis (48) warga Jalan Pasar 10 Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, kembali mendapat caci-maki dari salah seorang yang mengaku korbannya, Minggu (31/5) sore. . EN (12) siswi kelas 6 SD histeris di kantor polisi setelah melihat muka pelaku mendekam di sel penjara.







EN ternyata masih mengenali pelaku yang telah menyetubuhinya itu. Bahkan, warga Jermal, Kecamatan Medan Denai, ini  marah besar di Polsek Percut Sei Tuan bersama keluarganya yang terlihat teriak dan menangis sejadi-jadinya serta mengancam akan membunuh pelaku yang telah menculik dan menggagahi putrinya.

Modusnya sama, pelaku pura-pura menanyai alamat sekolah anaknya. Selanjutnya, pelaku menawarkan jasa untuk mengantar korban pulang ke rumah apabila bersedia menemaninya mencari alamat sekolah anaknya tersebut. Korban yang lugu, menurut saja. Namun, tak seperti yang diucapkan kakek 6 cucu itu, EN malah dibawa keliling-keliling dengan mengendarai betornya. Setibanya didaerah Desa Lau Dendang, pelaku langsung menggantikan betornya dengan kreta temannya dan membawa korban berkeliling ke areal lahan garapan di Desa Laut Dendang itu untuk digagahi.

Sebelum disetubuhi, terang korban, ia dipaksa bugil sambil menonton video mesum yang diputar di ponsel pelaku. Pelaku ditodongkan pisau. Usai menuntaskan hasrat birahinya, pelaku memberikan obat tidur agar korban tak mengingat lagi lokasi pemerkosaan tersebut.‬

Diberitakan sebelumnya, tersngka Rusli Lubis ditangkap polisi di Jalan Pancing, Gang Anom, Medan Tembung, Sabtu (30/5) sore. Ia ditangkap atas laporan orangtua korban, bermarga Siinjak yang merupakan seorang Pendeta. Sitinjak mengaku, kalau anaknya, FN (11) yang juga murid sekolah dasar dan tinggal warga Jalan Negara, Gang Setia Budi, Medan Perjuangan, telah dicabuli oleh Rusli dengan modus serupa. Bersama FN, Sitinjak melaporkan yang menimpa anaknya, pada tanggal, 14 Mei 2015 lalu.




Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP B Luhut Sihombing, mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Polresta Medan atas laporan para korban yang mengarah ke tersangka. “Kasusnya masih kita dalami lagi, apakah ada korban lainnya,” katanya. (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.